Internasional
Panglima Iran: Perang Modern Ditentukan oleh Ketahanan Bangsa

Media ABI, 24 Agustus 2026 — Panglima Angkatan Darat Republik Islam Iran Mayor Jenderal Amir Hatami mengatakan perang hari ini tidak lagi semata ditentukan oleh senjata dan peralatan militer. Menurutnya, kekuatan kehendak, kemampuan berpikir, dan ketahanan masyarakat menjadi faktor penting dalam menghadapi konflik.
“Perang hari ini adalah perang kehendak, pemikiran, dan ketahanan bangsa-bangsa,” kata Hatami saat bertemu dengan para komandan satuan regional Angkatan Darat Iran di Mashhad, Senin (24/8/2026), seperti dilaporkan Tasnim News Agency.
Baca juga: Menku: AS Luncurkan Serangan Finansial Terbesar terhadap Iran
Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangkaian kunjungan Hatami ke sejumlah satuan Angkatan Darat di Mashhad. Dalam kunjungan itu, lebih dari 1.000 unit rumah dinas di pangkalan regional wilayah barat laut dan barat Iran diresmikan. Sejumlah fasilitas lain juga mulai digunakan, termasuk Wisma Mehr Velayat 3, sekolah Al-Qur’an, bengkel pelatihan keterampilan bagi personel wajib militer, serta beberapa proyek pembangunan di pangkalan regional timur laut.
Peresmian dilakukan secara langsung di Mashhad dan melalui konferensi daring dengan sejumlah satuan lainnya. Sejumlah komandan serta keluarga syuhada dan veteran turut hadir.
Hatami mengatakan peningkatan kemampuan militer harus berjalan bersama dengan penguatan sumber daya manusia. Saat ditunjuk sebagai Panglima Angkatan Darat, menurutnya, terdapat empat mandat utama yang diberikan kepadanya, yakni memperkuat sinergi antarkomponen angkatan bersenjata, meningkatkan kemampuan tempur Angkatan Darat, memperkuat kesadaran dan spiritualitas personel, serta meningkatkan kesejahteraan mereka.
Menurut Hatami, pengalaman menghadapi berbagai ancaman menunjukkan bahwa keempat agenda tersebut bukan program yang berdiri sendiri. Semuanya menjadi bagian dari kesiapan menghadapi ancaman pada masa mendatang.
Karena itu, dia menilai pembangunan rumah dinas dan fasilitas kesejahteraan bagi personel memiliki kaitan langsung dengan kesiapan pertahanan.
“Persiapan tempur tidak hanya bergantung pada peralatan. Modal terpenting setiap angkatan bersenjata adalah sumber daya manusianya,” ujar Hatami.
Dia menyebut program Mehr Velayat sebagai salah satu bentuk perhatian terhadap kondisi personel dan keluarga mereka. Peningkatan ketenangan, motivasi, dan rasa aman keluarga, menurutnya, pada akhirnya turut memperkuat kemampuan pertahanan negara.
Baca juga: AS Panik Krisis Energi Global Makin Memburuk
Iran Tidak Akan Menjadi Medan Uji Coba
Dalam pertemuan dengan para komandan satuan regional timur laut, Hatami mengatakan Iran terus memantau kemungkinan munculnya ancaman baru.
Menurutnya, kegagalan pihak lawan mencapai tujuan sebelumnya tidak berarti upaya untuk menciptakan ancaman telah berhenti. Karena itu, Angkatan Darat terus memantau kemungkinan langkah lawan dalam jangka pendek, menengah, maupun panjang.
“Musuh, setelah gagal mencapai tujuannya, tidak berhenti membuat konspirasi dan merancang ancaman baru,” katanya.
Hatami menegaskan bahwa Iran tidak akan membiarkan wilayahnya menjadi tempat untuk menguji berbagai ancaman dan petualangan militer.
“Musuh harus tahu bahwa Iran bukan medan untuk menguji konspirasi dan petualangan mereka,” ujarnya.
Menurut Hatami, angkatan bersenjata Iran mengandalkan keyakinan, pengalaman, kesiapan, dan dukungan masyarakat untuk menghadapi setiap bentuk agresi. Dia mengatakan setiap pelanggaran terhadap wilayah Iran akan mendapat respons dan angkatan bersenjata akan mempertahankan kemerdekaan, integritas wilayah, serta keamanan negara.
Dalam pernyataan yang disampaikan dengan nada keras, Hatami juga menyinggung ancaman untuk mengubah peta Iran.
Baca juga: Dari Suez ke Hormuz, Akankah Amerika Mengulang Nasib Inggris?
“Kami harus menggagalkan musuh dan membuat mereka merasakan pahitnya kegagalan sehingga mereka memahami bahwa Iran bukan tempat bagi seseorang yang datang dari belahan dunia lain lalu mengatakan akan mengubah peta negara ini,” katanya.
Hatami menegaskan bahwa Iran tidak akan membiarkan pihak luar menentukan masa depan negaranya.
Dalam agenda lain di Mashhad, Hatami bertemu dengan keluarga syuhada, penyandang disabilitas perang, dan veteran Angkatan Darat. Dia memberikan penghormatan kepada mereka dan menyebut keluarga para syuhada serta veteran sebagai “mata dan cahaya Angkatan Darat”.
Menurut Hatami, keluarga tersebut merupakan bagian dari modal spiritual Iran. Ketabahan dan pengorbanan mereka, katanya, turut menjadi bagian dari perjalanan yang menjaga keamanan dan kemandirian negara.
Dia juga menegaskan bahwa keluarga syuhada dan veteran tetap menjadi bagian penting dalam perhatian Angkatan Darat terhadap sumber daya manusianya.
Bagi Hatami, kesiapan pertahanan tidak berhenti pada kemampuan tempur. Ketahanan sebuah angkatan bersenjata juga bertumpu pada kondisi personel dan keluarga yang berada di belakangnya. Dalam pandangannya, perang modern pada akhirnya bukan hanya persoalan siapa yang memiliki senjata lebih banyak, tetapi siapa yang mampu bertahan lebih lama ketika tekanan datang. []
Baca juga: Jenderal AS: Berakhirnya 15 Pangkalan Militer AS di Kawasan







