Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Militer Iran Peringatkan Kelompok Takfiri dan Unsur Anti-Iran

Published

on

Komandan Angkatan Darat Iran Brigadir Jenderal Ali Jahanshahi saat meninjau kesiapan tempur dan penempatan satuan di kawasan perbatasan timur laut Iran.
Komandan Angkatan Darat Iran Brigadir Jenderal Ali Jahanshahi saat meninjau kesiapan tempur dan penempatan satuan di kawasan perbatasan timur laut Iran.

Media ABI, 25 Agustus 2026 — Komandan Angkatan Darat Republik Islam Iran Brigadir Jenderal Ali Jahanshahi memperingatkan kelompok takfiri dan unsur anti-Iran yang berada di seberang perbatasan agar tidak mencoba mengganggu keamanan wilayah Iran.

“Perbatasan Iran adalah garis merah. Setiap gerakan, tindakan provokatif, atau aksi terhadapnya akan dihadapi dengan respons tegas dan menghancurkan,” kata Jahanshahi saat meninjau kawasan perbatasan timur laut Iran untuk melihat kesiapan tempur dan penempatan satuan Angkatan Darat, demikian dilaporkan Mehr News Agency, Selasa (25/8/2026).

Baca juga: Saudi Perketat Aturan bagi Pekerja Asing, Denda 50 Ribu Riyal Hingga Penjara

Jahanshahi mengatakan pasukannya terus memantau aktivitas di seberang perbatasan. Menurutnya, kemampuan intelijen Angkatan Darat memungkinkan rencana operasi pihak yang dianggap sebagai ancaman diketahui sebelum memasuki tahap pelaksanaan.

Kesiapan itu, lanjutnya, diperkuat dengan penempatan satuan bergerak dan pasukan reaksi cepat di sepanjang wilayah perbatasan timur laut. Penempatan tersebut dimaksudkan untuk menghadapi berbagai ancaman sekaligus memperkuat daya tangkal.

“Seluruh kapasitas dan kemampuan satuan Angkatan Darat di perbatasan saat ini diarahkan untuk menjaga keamanan, melindungi wilayah Iran, dan menghadapi setiap ancaman,” ujarnya.

Jahanshahi juga menyinggung perkembangan kemampuan drone Angkatan Darat Iran. Ia mengatakan satuannya telah mencapai kemajuan di bidang tersebut dan menggunakannya dalam perang terbaru.

Menurutnya, drone serang Arash digunakan untuk menyerang sejumlah sasaran dan pangkalan pasukan Amerika Serikat di kawasan.

Baca juga: Dari Suez ke Hormuz, Akankah Amerika Mengulang Nasib Inggris?

Ia kemudian kembali memperingatkan kelompok takfiri dan unsur yang dianggap bermusuhan dengan Iran agar tidak mencoba melakukan aksi teror atau menciptakan ketidakamanan di sekitar perbatasan.

Jika terjadi pelanggaran atau serangan, Jahanshahi mengatakan posisi dan pangkalan pihak yang dianggap mengancam keamanan Iran berada dalam jangkauan kemampuan drone dan artileri Angkatan Darat.

Ia menegaskan bahwa respons terhadap setiap ancaman akan dilakukan secara cepat dan presisi.

Selain kemampuan operasional, Jahanshahi mengatakan satuan Angkatan Darat Iran telah dilengkapi persenjataan dan peralatan baru yang disesuaikan dengan berbagai jenis ancaman. Menurutnya, pasukan telah memiliki rencana operasi untuk menghadapi kemungkinan serangan.

“Perbatasan Republik Islam Iran adalah garis merah bagi Angkatan Bersenjata. Setiap pelanggaran dan agresi terhadap tanah suci Iran akan dihadapi dengan respons yang lebih kuat daripada sebelumnya,” tegasnya. []

Baca juga: Iran Tak Akan Kembali Berunding dengan AS Sebelum Tuntutannya Dipenuhi