Internasional
Pasukan Elite Iran Lancarkan 10 Operasi Rahasia di Kurdistan Irak

Ahlulbait Indonesia, 3 Agustus 2026 — Angkatan Darat Iran mengklaim telah melancarkan 10 operasi rahasia di wilayah Kurdistan Irak dalam beberapa bulan terakhir. Operasi tersebut disebut menyasar kelompok-kelompok bersenjata yang menurut Teheran mengancam keamanan nasional Iran.
Klaim itu disampaikan Ahmad Reza Purdastan, penasihat Komandan Angkatan Darat Iran, dalam wawancara yang dipublikasikan media Iran Hamshahri Online pada Minggu, 2 Agustus 2026. Dalam wawancara tersebut, Purdastan memaparkan rincian operasi rahasia yang disebut dilakukan oleh pasukan elite Angkatan Darat Iran di wilayah Kurdistan Irak.
Menurut Purdastan, seluruh personel yang terlibat dalam operasi berhasil menyelesaikan misi dan kembali ke Iran dengan selamat. Ia juga mengklaim operasi tersebut berhasil menghancurkan sejumlah markas kelompok bersenjata serta menewaskan beberapa komandan lapangan. Namun, ia tidak mengungkap lokasi maupun waktu pelaksanaan masing-masing operasi.
Pada hari yang sama, Shafaq News melaporkan pernyataan Angkatan Darat Iran yang menyebut pasukannya telah melaksanakan 10 operasi terhadap kelompok oposisi bersenjata di Kurdistan Irak. Militer Iran menyebut kelompok-kelompok tersebut sebagai organisasi teroris dan separatis yang bermarkas di wilayah Kurdistan Irak.
Menurut pernyataan tersebut, operasi-operasi itu menewaskan sejumlah anggota kelompok bersenjata dan menghancurkan beberapa markas mereka. Hingga kini, klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Selama beberapa tahun terakhir, Iran berulang kali menuduh kelompok-kelompok oposisi Kurdi yang berbasis di wilayah otonomi Kurdistan Irak melancarkan serangan dan infiltrasi ke wilayahnya. Tuduhan tersebut menjadi dasar bagi Teheran untuk melakukan berbagai operasi militer lintas batas di kawasan perbatasan.
Di sisi lain, Pemerintah Irak dan Pemerintah Daerah Kurdistan sebelumnya beberapa kali menegaskan bahwa wilayah mereka tidak boleh digunakan sebagai basis untuk mengancam negara tetangga. Meski demikian, operasi militer lintas batas Iran di kawasan tersebut masih kerap memicu ketegangan diplomatik antara Teheran dan Baghdad.

