Internasional
Warganet Hujat Trump: Dia Tak Tahu Isi Dompet Warga Amerika

Media ABI, 17 September 2026 – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut kenaikan harga bensin akibat perang dengan Iran sebagai “harga yang sangat murah” dibandingkan apa yang menurutnya telah diperoleh Amerika Serikat. Pernyataan tersebut memicu hujatan dari warganet yang menilai Trump tidak memahami beban biaya hidup yang ditanggung masyarakat Amerika.
Trump menyampaikan pernyataan itu pada Rabu (16/9/2026) dalam kampanye Partai Republik di Gastonia, Carolina Utara, untuk mendukung Michael Whatley, kandidat Partai Republik dalam pemilihan Senat. Fars News Agency melaporkan pernyataan tersebut pada Kamis (17/9/2026).
Baca juga: Bertahun-tahun Digempur Koalisi Arab, Ansarullah Semakin Kuat
“Harga bensin naik. Ini harga yang sangat murah untuk apa yang telah kami lakukan,” kata Trump. Bahkan menurut Trump, jika kenaikan harga tersebut jauh lebih besar, nilainya tetap kecil dibandingkan apa yang telah dilakukan Amerika Serikat.
Pernyataan itu muncul ketika harga bahan bakar dan biaya hidup menjadi bagian penting dalam perdebatan ekonomi menjelang pemilu paruh waktu. Trump sebelumnya juga berjanji menurunkan harga bahan bakar.
Pernyataan Trump langsung memicu reaksi di media sosial. Para pengkritiknya menyoroti beban kenaikan harga bahan bakar bagi rumah tangga Amerika, sekaligus mempertanyakan tepuk tangan para peserta kampanye ketika Trump berbicara mengenai kenaikan harga bensin.
“Murah bagi seorang miliarder seperti Donald Trump,” tulis seorang pengguna. Menurutnya, sesuatu yang terlihat murah bagi Trump bisa menjadi beban berat bagi warga yang hidup dari satu gaji ke gaji berikutnya.
Pengguna lain mempertanyakan kapan terakhir kali Trump pergi ke pom bensin atau berbelanja kebutuhan pangan. Menurut pengguna tersebut, banyak orang mulai kesulitan memenuhi kebutuhan hidup ketika pendapatan tetap, sementara tarif dan biaya bahan bakar terus meningkat.
Keluhan serupa datang dari pengguna yang mengaku harus mengeluarkan 60 dolar AS untuk mengisi penuh tangki mobil Kia kecil miliknya.
Baca juga: Trump Siapkan Pertemuan dengan Para Pemimpin Negara Teluk Bahas Iran
“Dia tidak tahu bagaimana rasanya harus memilih antara uang untuk pergi bekerja dan uang untuk makanan sekolah anak-anak,” tulis pengguna tersebut.
Situasi di Selat Hormuz juga muncul dalam sejumlah komentar. Salah seorang pengguna mengaitkan tingginya harga solar dengan penutupan selat tersebut dan mengklaim harga solar telah mencapai tingkat tertinggi dalam sejarah Amerika Serikat. Pengguna itu juga menyinggung akses terhadap layanan pelacakan kapal di internet Amerika Serikat.
Komentar lainnya mempertanyakan pemahaman Trump terhadap tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat biasa. Sebagian pengguna bahkan menyatakan tidak menyukai Partai Republik maupun Partai Demokrat karena menilai kedua kubu tidak memahami kehidupan warga Amerika biasa.
Bagi keluarga yang bergantung pada kendaraan untuk bekerja dan memenuhi kebutuhan sehari-hari, para pengkritik menilai kenaikan harga bensin bukan hanya angka dalam statistik ekonomi. Biaya tersebut langsung mengurangi uang yang dapat digunakan untuk kebutuhan lain.
Berbagai reaksi itu muncul di tengah perdebatan mengenai harga energi, biaya hidup, dan dampak perang Iran terhadap kehidupan masyarakat Amerika Serikat. []
Baca juga: Mayoritas Warga Amerika Menilai Trump Korup dan Berbahaya







