Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Mayoritas Warga Amerika Menilai Trump Korup dan Berbahaya

Published

on

Psikolog John Gartner menyebut kondisi psikologis Donald Trump sebagai yang terburuk yang pernah ditemuinya selama 40 tahun praktik klinis.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam sorotan survei nasional yang menunjukkan rendahnya tingkat persetujuan terhadap kinerja pemerintahannya.

Media ABI, 17 September 2026 – Mayoritas responden dalam survei Economist-YouGov pada September memberikan penilaian negatif terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Sebanyak 53 persen responden menyebut Trump “korup” dan 51 persen menilainya “berbahaya”. Hanya 18 persen yang menggambarkan Trump sebagai sosok yang “stabil”, menurut laporan Fars News Agency, Rabu, 16 September.

Baca juga: Empat Warga Israel Dinyatakan Bersalah terkait Kasus Operasi Intelijen Iran

Survei tersebut juga memuat sejumlah penilaian lain terhadap karakter Trump. Sebanyak 47 persen responden menilai Trump tidak mudah ditemui, 46 persen menyebutnya kejam, dan 45 persen menganggapnya kasar. Sementara itu, hanya 14 persen yang mengatakan Trump bukan figur yang memecah belah.

Gambaran tersebut muncul bersamaan dengan rendahnya tingkat persetujuan terhadap kinerja Trump dalam sejumlah survei nasional. Survei UMass Amherst terhadap 1.000 responden pada 21 hingga 26 Agustus mencatat 32 persen menyetujui kinerja Trump sebagai presiden, sedangkan 64 persen tidak menyetujuinya. Sebanyak 68 persen responden juga menilai Trump tidak menangani perang dengan Iran secara baik.

Survei Quinnipiac yang dirilis 10 September menunjukkan angka yang tidak jauh berbeda. Sebanyak 33 persen pemilih terdaftar menyatakan menyetujui kinerja Trump, sementara 59 persen tidak menyetujuinya. Dalam survei yang sama, 65 persen tidak menyetujui penanganan Trump terhadap situasi Iran dan persentase yang sama menyatakan tidak puas terhadap penanganannya terhadap perekonomian.

Baca juga: Zelensky Kembali Serang Iran

Fars mengaitkan merosotnya dukungan terhadap Trump dengan perang Iran serta kenaikan harga bahan bakar dan pangan. Temuan sejumlah survei juga menunjukkan isu Iran dan kondisi ekonomi menjadi bagian penting dalam penilaian publik terhadap pemerintahan Trump.

Namun, angka-angka tersebut menggambarkan sikap pemilih pada saat survei dilakukan dan tidak dengan sendirinya menunjukkan hasil pemilu. Dalam survei Quinnipiac, 49 persen responden mengatakan lebih menginginkan Partai Demokrat menguasai DPR Amerika Serikat, sedangkan 38 persen memilih Partai Republik. Angka tersebut merupakan ukuran preferensi responden dalam survei, bukan prediksi hasil pemilu. []

Baca juga: IRGC Hancurkan Drone MQ-9 AS ke-52 di Langit Qeshm