Ikuti Kami Di Medsos

Kegiatan ABI

DPP ABI Luncurkan Lembaga Inkubasi, Sekolah Bisnis Jadi Program Perdana

Published

on

Bendahara Umum ABI Sayyid Muhammad Assegaf memperkenalkan Lembaga Inkubasi ABI dalam rangkaian Iqtishaduna Talk 2 di ICC Jakarta, Sabtu (8/8/2026).
Bendahara Umum ABI Sayyid Muhammad Assegaf memperkenalkan Lembaga Inkubasi ABI dalam rangkaian Iqtishaduna Talk 2 di ICC Jakarta, Sabtu (8/8/2026).

Jakarta, 9 Agustus 2026 — Departemen Pemberdayaan Ekonomi Dewan Pimpinan Pusat Ahlulbait Indonesia (DPP ABI) resmi meluncurkan Lembaga Inkubasi ABI sebagai wadah pengembangan ekosistem ekonomi komunitas. Peluncuran dilakukan dalam rangkaian Iqtishaduna Talk 2 yang digelar secara hybrid di Islamic Cultural Center (ICC) Jakarta dan melalui Zoom, Sabtu (8/8).

Peluncuran ini menjadi langkah awal DPP ABI untuk membangun sistem pemberdayaan ekonomi yang lebih terintegrasi, mulai dari pengembangan sumber daya manusia, pendampingan usaha, hingga perluasan jejaring dan kemitraan.

Baca juga: DPP ABI Serap Pengalaman Daerah, Sulsel Jadi Laboratorium Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Komunitas

Prosesi peluncuran diawali dengan penayangan video yang menggambarkan tantangan yang dihadapi pelaku usaha dan sumber daya manusia di lingkungan komunitas, sekaligus memperkenalkan konsep Lembaga Inkubasi ABI sebagai ekosistem yang dirancang untuk memperkuat kapasitas, mendorong lahirnya usaha baru, serta mempercepat pertumbuhan usaha yang telah berjalan.

Selanjutnya, Bendahara Umum ABI Sayyid Muhammad Assegaf menyampaikan sambutan sekaligus memperkenalkan visi, model kelembagaan, dan arah pengembangan Lembaga Inkubasi ABI kepada para peserta.

Menyatukan Potensi Ekonomi Komunitas

Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa pembentukan Lembaga Inkubasi ABI berangkat dari besarnya potensi ekonomi yang dimiliki komunitas, baik berupa sumber daya manusia, pelaku usaha, aset, maupun jaringan yang tersebar di berbagai daerah.

Namun, berbagai inisiatif ekonomi yang telah berjalan selama ini dinilai masih berkembang secara parsial sehingga belum menghasilkan sinergi yang optimal.

Karena itu, Lembaga Inkubasi ABI dirancang sebagai penghubung berbagai potensi tersebut melalui satu ekosistem yang mampu mengintegrasikan program, aset, sumber daya manusia, dan jejaring dalam sebuah sistem yang lebih terstruktur.

Baca juga: Tutup Kunjungan di Sulawesi Selatan, DPP ABI Hadiri Peluncuran E-Commerce Berbasis Komunitas

Model inkubator yang dikembangkan juga tidak sepenuhnya mengadopsi pola inkubator pemerintah, perguruan tinggi, maupun sektor swasta. ABI memilih pendekatan hibrida yang memadukan orientasi bisnis dengan pemberdayaan komunitas, penguatan kapasitas, perluasan jejaring, dan nilai-nilai organisasi.

Empat Pilar Pengembangan

Dalam struktur organisasinya, Lembaga Inkubasi ABI berada di bawah pembinaan Departemen Pemberdayaan Ekonomi DPP ABI dan menjalankan empat fungsi utama, yakni Forger, Builder, Matchmaker, dan Accelerator.

Fungsi Forger berfokus pada pembentukan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia di bidang ekonomi. Selanjutnya, Builder mendampingi proses membangun dan mengembangkan usaha agar memiliki fondasi yang kuat.

Sementara itu, Matchmaker bertugas mempertemukan pelaku usaha dengan pasar, mitra, investor, maupun peluang kolaborasi. Adapun Accelerator diarahkan untuk membantu usaha yang telah berkembang agar mampu bertumbuh lebih cepat dan berkelanjutan.

Keempat fungsi tersebut disusun sebagai satu tahapan pembinaan yang saling terhubung, mulai dari pengembangan kapasitas hingga akselerasi usaha.

Selain itu, Lembaga Inkubasi ABI dibangun di atas lima nilai utama, yakni Muqāwamah (tangguh dan mandiri), Al-‘Adālah (adil dan amanah), Ta’āwun (kolaboratif), Ibtikār (inovatif dan adaptif), serta Istidāmah (keberlanjutan).

Baca juga: Litbang DPP ABI Kembangkan Repositori Ilmiah untuk Perkuat Ekosistem Riset Ahlul Bait Indonesia

Dikembangkan Bertahap hingga 2030

Pengembangan Lembaga Inkubasi ABI disusun dalam roadmap lima tahun, mulai 2026 hingga 2030.

Tahun 2026 difokuskan pada pembangunan fondasi kelembagaan, termasuk penyusunan struktur organisasi, tata kelola, standar operasional, pengembangan basis data ekonomi komunitas, pembangunan jejaring strategis, serta penyusunan kurikulum kaderisasi bisnis.

Pada periode 2027–2028, fokus diarahkan pada penguatan sistem dan operasional. Selanjutnya, tahun 2029 ditargetkan menjadi fase ekspansi dan replikasi program ke berbagai wilayah, sebelum memasuki tahap kemandirian dan keberlanjutan pada 2030.

Sekolah Bisnis ABI Diluncurkan September 2026

Dalam kesempatan tersebut, DPP ABI juga mengumumkan Sekolah Bisnis ABI (SBA) sebagai program perdana Lembaga Inkubasi ABI.

Program ini dijadwalkan mulai berjalan pada September 2026 dan ditujukan untuk mencetak kader-kader ekonomi yang memiliki kompetensi bisnis, kemampuan manajerial, serta kesiapan membangun usaha secara profesional.

Sekolah Bisnis ABI menjadi pintu masuk dalam proses inkubasi yang akan berlanjut pada tahap pendampingan usaha, pengembangan jejaring, perluasan kemitraan, hingga akselerasi bisnis.

Dengan peluncuran Lembaga Inkubasi ABI beserta program pertamanya, DPP ABI berharap berbagai potensi ekonomi yang selama ini tersebar di lingkungan komunitas dapat semakin terhubung dalam satu ekosistem yang mampu mendorong lahirnya usaha-usaha produktif dan berkelanjutan. []

Baca juga: DPP ABI Gelar Rapat Pleno Nasional, Dewan Syura Luncurkan Dua Lembaga Strategis