Ikuti Kami Di Medsos

Kegiatan ABI

Belajar Ecoprint dari Alam, ABI Surabaya Kenalkan Keterampilan Bernilai Ekonomi

Published

on

Peserta pelatihan Ecoart-Ecoprint yang digelar DPD ABI Kota Surabaya mempraktikkan pengolahan daun dan bunga menjadi corak pada berbagai media di Taman Flora Surabaya, Minggu (6/9).
Peserta pelatihan Ecoart-Ecoprint yang digelar DPD ABI Kota Surabaya mempraktikkan pengolahan daun dan bunga menjadi corak pada berbagai media di Taman Flora Surabaya, Minggu (6/9).

Surabaya, 8 September 2026 – Daun, bunga, dan ranting yang tumbuh di sekitar Taman Flora Surabaya menjadi bahan belajar peserta pelatihan Ecoart-Ecoprint yang digelar Dewan Pimpinan Daerah Ahlulbait Indonesia (DPD ABI) Kota Surabaya, Minggu (6/9).

Di kawasan Taman Flora atau Kebun Bibit di Jalan Raya Ngagel Jaya itu, pengurus DPD ABI, Muslimah ABI Surabaya, dan komunitas Pecinta Ahlulbait mengikuti pelatihan seni ecoprint, teknik menghasilkan corak pada berbagai media dengan memanfaatkan bahan-bahan alami.

Baca juga: Muslimah ABI Surabaya Gelar Pelatihan Pemulasaraan Jenazah bagi Perempuan

Kegiatan dibuka dengan sambutan Ketua Divisi Pemberdayaan Ekonomi DPD ABI Kota Surabaya, Agus Setiyono, kemudian dilanjutkan arahan Ketua DPD ABI Kota Surabaya, Ahmad Taufiq BSA.

Pelatihan dipandu Suhendri, seniman dan pelukis yang juga anggota Dewan Penasihat DPD ABI Surabaya. Dalam sesi tersebut, peserta diperkenalkan pada teknik ecoprint dan penerapannya pada berbagai benda, mulai dari kain, pasmina, syal, kaus, dan bahan pakaian hingga media seperti porselen dan mug keramik.

Menurut Suhendri, ecoprint tidak hanya berkaitan dengan kegiatan seni. Pemanfaatan bahan-bahan alami, katanya, juga mengandung cara pandang tentang hubungan manusia dengan lingkungan.

“Kerajinan ini mengajarkan kita untuk menghargai, merawat, dan mencintai lingkungan karena seluruh bahan dasarnya disediakan oleh alam di sekitar kita. Di sinilah ecoprint memiliki nilai lebih sebagai kegiatan ekonomi yang ramah lingkungan,” kata Suhendri.

Untuk menggambarkan kemungkinan nilai tambah dari keterampilan tersebut, Suhendri mencontohkan penggunaan teknik ecoprint pada mug keramik. Mug polos yang sebelumnya bernilai sekitar Rp12.000 dapat memiliki harga jual Rp30.000 hingga Rp40.000 setelah melalui proses pengerjaan dan diberi sentuhan artistik.

Produk berbahan kain juga menawarkan kemungkinan serupa. Corak dari daun dan bunga memberi karakter yang berbeda pada setiap hasil cetakan karena bentuk dan warna bahan alami tidak selalu menghasilkan pola yang sama.

Baca juga: DPD ABI Surabaya Bahas Kantor Sekretariat Bersama di Rapat Evaluasi

Pelatihan itu sekaligus menjadi ruang pertemuan antara pengurus DPD ABI, Muslimah ABI Surabaya, dan komunitas Pecinta Ahlulbait. Mereka tidak hanya mengikuti penjelasan mengenai teknik ecoprint, tetapi juga melihat secara langsung bagaimana bahan-bahan yang tersedia di sekitar dapat diolah menjadi karya.

Bagi DPD ABI Kota Surabaya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengembangan keterampilan di lingkungan komunitas. Harapannya, pengetahuan yang diperoleh peserta tidak berhenti setelah pelatihan berakhir, melainkan dapat terus diasah dan dikembangkan.

Dari kawasan hijau Taman Flora, pelatihan itu memperlihatkan satu hal sederhana: bahan yang tumbuh di sekitar manusia dapat memperoleh bentuk dan makna baru ketika bertemu dengan pengetahuan, keterampilan, dan kreativitas. [HMP DPD ABI Kota Surabaya]

Baca juga: Muslimah ABI Surabaya Gelar Pondok Ramadan Remaja, Tekankan Penguatan Iman Generasi Muda