Ikuti Kami Di Medsos

Kegiatan ABI

PTD ABI Garut Perkuat Kaderisasi, Dorong Kader Aktif Mengabdi di Masyarakat

Published

on

PTD ABI Garut membekali kader dengan pemahaman identitas, komitmen, dan pengabdian agar mampu memberi kontribusi bagi masyarakat dan bangsa.
PTD ABI Garut membekali kader dengan pemahaman identitas, komitmen, dan pengabdian agar mampu memberi kontribusi bagi masyarakat dan bangsa.

Garut, 27 Agustus 2026 — Jumlah kader yang besar belum otomatis menjamin kuatnya kaderisasi. Di Garut, tantangan itu masih terlihat dari banyaknya kader yang belum melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

Persoalan tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Pendidikan Tingkat Dasar (PTD) yang digelar Dewan Pimpinan Daerah Ahlulbait Indonesia (DPD ABI) Garut pada 22–23 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di kediaman Ibu Sa’diah, Ciparay, Karangpawitan, Garut, itu mengangkat tema “Meneguhkan Identitas, Menguatkan Komitmen, Membangun Pengabdian”.

PTD diselenggarakan DPD ABI Garut bersama Pimpinan Cabang (Pimcab) Muslimah ABI dan Pimcab Pandu, sebagai bagian dari program kaderisasi DPP ABI.

Baca juga: DPD ABI Garut Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Sungai Cimanuk

Ketua Departemen Kaderisasi DPW ABI Jawa Barat, Ustadz Husein Bajri, mengatakan Garut memiliki jumlah kader yang cukup besar dibandingkan daerah lain di Jawa Barat. Kondisi tersebut, menurutnya, merupakan modal sekaligus tanggung jawab agar pertumbuhan jumlah kader berjalan bersama peningkatan kualitas dan kesinambungan kaderisasi.

“Jumlah yang banyak ini selain terus ditingkatkan, bagaimana setiap kader yang terlahir dari proses kaderisasi ini bisa dimanfaatkan, didorong agar mereka bisa memberikan kontribusi terbaik bagi komunitas, masyarakat, dan bangsa Indonesia,” katanya.

Namun, menurunya masih terdapat persoalan pada keberlanjutan proses tersebut. Berdasarkan data Dewan Pimpinan Wilayah (DPW ABI) Jawa Barat, jumlah kader Garut yang melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya masih berada di bawah 50 persen.

Angka itu menjadi pekerjaan rumah tersendiri. Kaderisasi tidak berhenti ketika seseorang menyelesaikan pendidikan tingkat dasar. Tantangannya justru memastikan kader terus tumbuh, mengambil peran, dan mampu menerjemahkan pengetahuan yang diperoleh ke dalam kerja nyata.

Sementara Ketua DPD ABI Garut, Ustadz Uloh Saefullah, berharap PTD kali ini dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat proses tersebut. Ia menyampaikan apresiasi kepada DPP dan DPW ABI, pengurus DPD ABI Garut, serta Pimcab Muslimah ABI dan Pimcab Pandu ABI yang turut mendukung pelaksanaan kegiatan.

Baca juga: Peduli Korban Banjir Bandang Sungai Cimanuk, DPD ABI Garut Bentuk Posko Gabungan

“Harapan kami pada Pendidikan Tingkat Dasar ini, semoga ke depannya ABI DPD Garut khususnya serta seluruh peserta dapat menghasilkan kader-kader perjuangan Ahlulbait Indonesia,” ujar Ustadz Uloh.

Dari tingkat pusat, Ketua Departemen Kaderisasi Dewan Pimpinan Pusat (DPP ABI) Ustadz Muhammad Jawad mengingatkan bahwa kaderisasi pada akhirnya berbicara tentang bagaimana seseorang menjalani kehidupan dengan makna yang lebih luas. Dalam sambutannya, ia mengutip QS Al-Anfal ayat 24 tentang seruan Allah dan Rasul yang memberikan kehidupan.

Menurut Ustadz Jawad, kehidupan manusia tidak berhenti pada aspek fisik. Ada dimensi psikologis dan spiritual yang berkaitan dengan pencarian kesempurnaan, kesucian, serta nilai-nilai kemanusiaan. Karena itu, pendidikan kader harus melahirkan pribadi yang mampu membawa nilai tersebut ke dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita berkhidmat dengan khidmat terbaik di jalan Ahlulbait. Karena ini yang akan mengantarkan kita menuju Allah SWT,” ujarnya.

Ia juga mengutip QS Al-Ankabut ayat 69 tentang kesungguhan dalam mencari keridhaan Allah. Dalam pandangannya, pengamalan ajaran agama tidak berhenti pada kehidupan pribadi, tetapi juga menyentuh kehidupan sosial dan tanggung jawab sebagai bagian dari masyarakat dan bangsa.

Baca juga: Menyemai Kesadaran Mahdawi dari Garut: Muslimah ABI Perkuat Peran Perempuan dan Dakwah Sosial di Cirangkong

Ditegaskannya, kaderisasi tidak cukup menghasilkan orang yang memahami identitas dan memiliki komitmen organisasi. Kader juga dituntut hadir di tengah masyarakat dan memberikan manfaat melalui kemampuan serta pengabdiannya.

Kegiatan PTD tersebut turut dihadiri sejumlah jajaran ABI dari tingkat pusat, wilayah, dan daerah, antara lain Wakil Ketua Departemen Kaderisasi DPP ABI Sayyid Muhammad Abbas Al-Hasni, Wakil Sekretaris Jenderal DPP ABI Ustadz Arif Ambari, Ketua Departemen Kaderisasi DPW ABI Jawa Barat Ustadz Husein Bajri, serta jajaran DPD ABI Garut, Muslimah ABI, dan Pandu ABI.

Dua hari pendidikan itu pada akhirnya menempatkan kaderisasi pada persoalan yang lebih besar daripada penyelenggaraan sebuah kegiatan. Tantangannya adalah bagaimana kader yang telah dibentuk tidak berhenti sebagai angka dalam data organisasi, tetapi tumbuh menjadi orang-orang yang mengambil bagian dalam kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara. []

Baca juga: Permabi Bantu Bencana Longsor Garut