Kegiatan ABI
Indahnya Perbedaan: Saat Lintas Iman Bicara Keadilan hingga Kemakmuran Bangsa

Pasuruan, 26 Agustus 2026 — Di sebuah ruangan di Gedung Al Qurba, Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, perbedaan menemukan tempat untuk duduk berdampingan. Senin (24/8) itu, orang-orang dari latar belakang agama, organisasi, dan mazhab yang berbeda bertemu dalam satu forum, berbicara tentang sesuatu yang menyentuh kehidupan bersama: keadilan dan kemakmuran bangsa.
Dari berbagai latar, mereka datang dalam satu ruang perjumpaan. Perwakilan GKJW, Muhammadiyah, IPNU, Pemuda Pancasila, Pemuda Ansor, dan Gusdurian hadir dalam dialog lintas agama dan lintas mazhab bertajuk “Indonesia Adil bagi Yang Makmur”. Kegiatan yang digelar DPD ABI Kabupaten Pasuruan bersama Gusdurian Kabupaten Pasuruan itu turut dihadiri Ketua DPW ABI Jawa Timur, Ustadz Abdillah Baabud, beserta jajaran pengurus DPW.
Baca juga: Pimcab Muslimah ABI Pasuruan Gelar Seminar Membangun Keluarga Sehat dan Berkualitas

KH. Nurbani Yusuf mengingatkan forum ABI-Gusdurian Pasuruan bahwa perbedaan agama dan mazhab tidak boleh mengikis kemanusiaan.
Suasana berlangsung cair. Pembicaraan sesekali diselingi guyonan. Seusai diskusi, peserta beramah tamah dan makan bersama. Peserta Muslim melaksanakan salat berjamaah, sebelum seluruh peserta berdiri menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Tidak banyak hal yang perlu dibuat rumit untuk menciptakan keakraban. Kadang cukup dengan duduk dalam satu ruangan, berbicara tanpa prasangka, lalu berbagi makanan di meja yang sama.
Diskusi dipandu Nur Rizki Amania dari Gusdurian. KH. Dr. Nurbani Yusuf, M.Si., Pimpinan 11 PDM Muhammadiyah Kota Batu sekaligus Wakil Ketua MUI Kota Batu, hadir sebagai pembicara.
Nurbani mengajak peserta melihat persoalan bangsa tanpa tergesa-gesa mencari siapa yang harus disalahkan. Ketika berbicara tentang kemerdekaan dan kesejahteraan, ia mengingatkan bahwa Proklamasi 17 Agustus 1945 merupakan tonggak penting dalam perjalanan Indonesia.
Namun, kemerdekaan tidak berhenti pada sebuah tanggal dan peristiwa sejarah. Pertanyaan yang lebih jauh adalah bagaimana kemerdekaan itu diisi, sehingga maknanya hadir dalam kehidupan masyarakat.
Sikap kritis terhadap keadaan bangsa, kata Nurbani, tetap diperlukan. Tetapi kritik tidak seharusnya membuat masyarakat kehilangan rasa syukur dan penghargaan terhadap kemerdekaan yang telah diperjuangkan.
Dari pembicaraan tentang kemerdekaan, diskusi kemudian mengarah pada keadilan. Ketua DPD ABI Kabupaten Pasuruan, Muhammad Tohir, S.T., memandang keadilan dan kemakmuran sebagai dua hal yang tidak dapat dipisahkan.

Masyarakat yang lemah dan tertinggal, menurut Tohir, membutuhkan keberpihakan. Sementara mereka yang telah mencapai kemakmuran melalui jalan yang sah juga membutuhkan kepastian dan perlindungan.
Baca juga: ABI Pasuruan Ajak Warga Bershalawat Lewat Program Jumat Berkah Perdana
“Kita dapat mengambil hikmah dari pemikiran Imam Ali bin Abi Thalib bahwa keadilan adalah fondasi tegaknya kehidupan dan pemerintahan. Tanpa keadilan, kemakmuran akan rapuh. Kita memerlukan keadilan agar kemakmuran dapat tumbuh, dan memerlukan kemakmuran agar semakin banyak rakyat dapat hidup secara bermartabat,” ujar Tohir.
Keadilan, dalam pandangan itu, bukan sesuatu yang menunggu setelah kemakmuran tercapai. Keduanya tumbuh bersama. Tanpa keadilan, kemakmuran mudah menyisakan jarak; tanpa kemakmuran, keadilan sulit dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.
Namun, mungkin justru suasana di luar pembicaraan formal yang paling menggambarkan makna pertemuan itu. Orang-orang dengan keyakinan dan organisasi berbeda berbincang, tertawa, makan bersama, menjalankan ibadah masing-masing, lalu berdiri dalam satu barisan ketika Indonesia Raya dinyanyikan.
Di tengah perbedaan yang sering dijadikan garis pemisah, mereka memilih untuk duduk di sisi yang sama: bukan dengan menghapus keyakinan masing-masing, melainkan dengan memberi ruang kepada yang berbeda untuk hadir sebagai manusia.
Barangkali persatuan memang tidak selalu dimulai dari gagasan besar. Kadang persatuan tumbuh dari hal yang sederhana: kesediaan untuk datang, mendengar, dan tetap duduk bersama meski kita tidak selalu memiliki keyakinan yang sama. [HMP Pasuruan]
Baca juga: ABI Pasuruan Perkuat Kolaborasi Lintas Iman dengan Dewan Gereja







