Ikuti Kami Di Medsos

Kegiatan ABI

Muslimah ABI DKI Jakarta Gelar Pelatihan Public Speaking, Dorong Perempuan Berani Bersuara

Published

on

Bertema “Perempuan Berdaya, Suara Menginspirasi”, pelatihan Muslimah ABI DKI Jakarta mengajak perempuan berani berkontribusi bagi masyarakat.

Jakarta, 31 Agustus 2026 – Muslimah Ahlulbait Indonesia (ABI) Pimpinan Wilayah (Pimwil) DKI Jakarta menggelar pelatihan public speaking dan komunikasi efektif untuk mendorong perempuan lebih percaya diri menyampaikan gagasan di tengah masyarakat.

Kegiatan bertajuk “Perempuan Berdaya, Suara Menginspirasi” itu digelar melalui Bidang Organisasi dan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Muslimah ABI DKI Jakarta bekerja sama dengan Kesbangpol Provinsi DKI Jakarta, Sabtu (29/8/2026).

Baca juga: Muslimah ABI DKI Perkuat Kemitraan dengan DPPAPP untuk Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Pelatihan tersebut merupakan bagian dari program kerja RKAT 2026 Muslimah ABI DKI Jakarta. Kegiatan dirancang untuk meningkatkan kemampuan perempuan dalam berkomunikasi secara percaya diri, santun, dan efektif.

Ketua Pimwil Muslimah ABI DKI Jakarta, Margi mengatakan, kemampuan berbicara di depan publik penting agar perempuan tidak hanya berperan di belakang layar.

Menurutnya, perempuan, khususnya Muslimah, perlu memiliki keberanian dan kecerdasan dalam menyampaikan gagasan serta menyuarakan kebenaran.

Ketua Pimwil Muslimah ABI DKI Jakarta, Margi

“Pelatihan public speaking ini diharapkan dapat menjadikan perempuan, khususnya Muslimah, berani tampil dan tidak hanya berada di belakang layar. Perempuan juga harus semakin cerdas dan berani dalam menyampaikan kebenaran,” ujarnya.

Baca juga: Pimwil Muslimah ABI DKI Jakarta Hadiri Pelatihan Kesetaraan Gender Kesbangpol

Ketua panitia kegiatan, Supinah, mengatakan pelatihan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antara organisasi masyarakat dan program pemerintah dalam meningkatkan kapasitas masyarakat.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi komunitas Muslimah ABI, terutama dalam membangun keberanian untuk menyampaikan pendapat tanpa meninggalkan nilai kesopanan dan akhlak.

Ketua panitia kegiatan, Supinah

“Perempuan didorong untuk berani menyampaikan pendapat dengan tetap menjunjung sopan santun, akhlak mulia, kebenaran, dan keadilan,” kata Supinah.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Nasional (Pimnas) Muslimah ABI, Ustadzah Hayati Muhammad, Lc., menilai perempuan memiliki peran penting dalam perjalanan sebuah bangsa.

Menurut Hayati, perempuan yang memiliki ilmu, keberanian, dan kemampuan menyampaikan gagasan dapat memberikan pengaruh positif, mulai dari lingkungan keluarga, komunitas, hingga masyarakat luas.

“Perempuan bukan sekadar penonton dalam perjalanan sebuah bangsa,” ujar Ustadzah Hayati.

Ketua Pimpinan Nasional (Pimnas) Muslimah ABI, Ustadzah Hayati Muhammad, Lc.

Ia kemudian menyebut sejumlah tokoh perempuan yang dinilai dapat menjadi teladan dalam keberanian menyuarakan kebenaran, di antaranya Sayyidah Fatimah Az-Zahra sa., Sayyidah Zainab sa., serta pejuang perempuan Indonesia Hajjah Rasuna Said.

Baca juga: Muslimah ABI DKI Jakarta Lantik Pengurus Baru, Fokus pada Keluarga dan Pemberdayaan Sosial

Menurut Hayati, ketiga sosok tersebut menunjukkan bahwa perempuan dapat mengambil peran dalam menyampaikan gagasan dan memperjuangkan kemaslahatan masyarakat.

Ustadzah Hayati berharap pelatihan public speaking tersebut tidak berhenti pada kemampuan teknis berbicara di depan umum. Ia ingin peserta juga memiliki tiga hal penting, yakni kepercayaan diri, kompetensi, dan komitmen perjuangan.

“Keterampilan berbicara bukan hanya untuk mencari popularitas, tetapi menjadi sarana untuk menyebarkan nilai-nilai Islam, membela kaum mustadh’afin, dan mengajak masyarakat menuju kebaikan,” katanya.

Melalui pelatihan tersebut, Muslimah ABI DKI Jakarta berharap semakin banyak perempuan yang berani menyampaikan gagasan di ruang publik dengan tetap mengedepankan kesantunan.

Kemampuan tersebut diharapkan dapat mendorong perempuan memberikan kontribusi yang lebih luas bagi keluarga, komunitas, dan masyarakat. []

Baca juga: Sekolah Riset ABI 2026 Perkuat Kapasitas Riset dan Survei Organisasi