Kegiatan ABI
Litbang DPP ABI Kembangkan Repositori Ilmiah untuk Perkuat Ekosistem Riset Ahlul Bait Indonesia

Jakarta, 2 Juli 2026 — Departemen Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Dewan Pimpinan Pusat Ahlulbait Indonesia (DPP ABI) mulai mengembangkan Repositori ABI, sebuah pusat dokumentasi ilmiah yang dirancang untuk menghimpun, melestarikan, dan mendiseminasikan berbagai karya akademik mengenai Syiah dan komunitas Ahlul Bait di Indonesia. Pengembangan program ini dipaparkan dalam Rapat Pleno Semester I Dewan Pimpinan Pusat (DPP) ABI yang diselenggarakan secara hybrid pada Selasa (30/6/2026).
Repositori ABI menjadi langkah strategis Litbang DPP ABI dalam memperkuat ekosistem riset sekaligus menyediakan rujukan ilmiah yang kredibel bagi akademisi, peneliti, mahasiswa, maupun masyarakat luas. Program ini dibangun atas kebutuhan menghadirkan referensi ilmiah yang adil dan proporsional mengenai komunitas Ahlul Bait sebagai bagian dari realitas keislaman Indonesia yang majemuk. Kehadirannya diharapkan mampu memperkaya khazanah akademik nasional sekaligus mendukung pengembangan penelitian berbasis data dan literatur yang dapat dipertanggungjawabkan.

Baca juga: Litbang DPP ABI Mulai Pemetaan Nasional Kehidupan Beragama Komunitas Ahlulbait
Wakil Ketua Departemen Litbang DPP ABI, Sulton Ahmad Lubis, menjelaskan bahwa Repositori ABI dirancang sebagai wadah pengelolaan, pelestarian, dan diseminasi karya ilmiah mengenai Syiah dan komunitas Ahlul Bait di Indonesia secara kredibel, akuntabel, dan berkelanjutan.
“Melalui repositori ini, berbagai hasil penelitian yang selama ini tersebar di perguruan tinggi maupun lembaga penelitian dapat dihimpun dalam satu sistem yang terintegrasi sehingga lebih mudah diakses, dimanfaatkan, dan dikembangkan oleh para peneliti maupun masyarakat,” ujarnya.
Menurut Sulton, pengembangan Repositori ABI difokuskan pada tiga bidang kajian utama. Pertama, penelitian mengenai komunitas Ahlul Bait di Indonesia dari perspektif sosial, budaya, politik, pendidikan, dan ekonomi. Kedua, kajian mengenai relasi Syiah dengan dinamika kebangsaan, toleransi, serta keberagaman. Ketiga, penelitian yang mengulas representasi, wacana, dan stigma terhadap Syiah dalam ruang publik maupun dunia akademik.
Sejak proses pengumpulan data dimulai, Litbang DPP ABI telah berhasil menghimpun 100 karya ilmiah, yang terdiri atas 71 artikel jurnal dan prosiding, 10 buku atau bagian buku, 8 skripsi, 5 disertasi, 4 tesis, serta 2 laporan penelitian. Keragaman koleksi tersebut menjadi fondasi awal bagi pembangunan basis data akademik yang komprehensif mengenai studi Ahlul Bait di Indonesia.
Repositori ABI juga tengah dipersiapkan agar dapat diakses secara daring melalui laman repository.ahlulbaitindonesia.or.id. Platform ini diharapkan menjadi pusat rujukan ilmiah yang memudahkan peneliti, dosen, mahasiswa, jurnalis, hingga masyarakat umum dalam memperoleh referensi mengenai kajian Ahlul Bait di Indonesia.
Pengembangan Repositori ABI menegaskan komitmen Litbang DPP ABI dalam membangun budaya riset yang lebih kuat di lingkungan organisasi. Lebih dari sekadar menghimpun dokumen, repositori ini diproyeksikan menjadi infrastruktur pengetahuan yang mendorong lahirnya penelitian-penelitian baru, memperluas ruang dialog akademik, serta memperkaya literatur keislaman dan kebangsaan Indonesia melalui pendekatan ilmiah yang objektif, terbuka, dan berkelanjutan. Dengan demikian, Repositori ABI diharapkan menjadi salah satu fondasi penting bagi pengembangan studi Ahlul Bait di Indonesia pada masa mendatang.[]

