Nasional
Relawan Ahmad Zaki Gugur Saat Jalankan Misi Kemanusiaan, DPP ABI Sampaikan Belasungkawa Mendalam

Jakarta, 22 Agustus 2026 — Ahmad Zaki Ali (42), relawan kemanusiaan asal Jakarta, gugur ketika sedang menjalankan misi menyalurkan bantuan kepada warga terdampak gempa di Manggarai Timur, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Jenazah Zaki kemudian dievakuasi dari lokasi bencana menggunakan helikopter Basarnas pada Sabtu (22/8) pagi.
Pendiri Yayasan Gerak Bareng itu bersama tiga rekannya telah berada di Flores sejak Sabtu (15/8). Mereka membuka posko relawan di halaman Masjid Nurul Huda, Kampung Reo, Kabupaten Manggarai, dan dari sana bergerak menyalurkan bantuan ke sejumlah wilayah yang terdampak gempa.
Baca juga: Megawati Minta Indonesia Belajar dari Iran: Bangsa Bersatu Tak Mudah Ditaklukkan Amerika
Pada Jumat (21/8) sekitar pukul 14.00 Wita, Zaki bersama rekan-rekannya kembali meninggalkan posko untuk mengantarkan bantuan ke wilayah Manggarai Timur. Kapolres Manggarai, AKBP Levi Defriansyah, mengatakan Zaki saat itu mengemudikan kendaraan.
Dalam perjalanan, Zaki menghentikan mobil yang dikendarainya. Ia kemudian meminta salah seorang rekannya melepas jaket dan helm yang dikenakannya. Beberapa saat kemudian, Zaki tidak sadarkan diri.
Rekan-rekannya segera membawa Zaki ke posko medis terdekat di Posko Damer. Setelah diperiksa dokter, ia dinyatakan gugur.
Jenazah kemudian dibawa kembali ke Masjid Nurul Huda, Reo, dan tiba sekitar pukul 17.20 Wita. Di masjid tersebut, jenazah dimandikan dan disalatkan.
Terkait penyebab kematian, laporan awal menyebut Zaki diduga gugur karena kelelahan setelah menjalankan aktivitas kemanusiaan dalam kondisi lapangan yang berat. Sementara itu, Kapolsek Lamba Leda Utara, Iptu Ida Bagus Susana Adi Negara, menyebut penyebab kematian Zaki adalah serangan jantung.
“Iya (meninggal dunia),” kata Bagus ketika dikonfirmasi pada Jumat malam.
“Serangan jantung,” lanjutnya.
Pada Sabtu pagi, Tim SAR gabungan melakukan evakuasi jenazah Zaki dari lokasi bencana. Deputi Operasi dan Siaga Basarnas, Mayjen TNI (Mar) Edy Prakoso, mengatakan helikopter Dauphin Basarnas mendarat di Helipad Kampung Ronting, Desa Satar Kampas, Kabupaten Manggarai Timur, pada pukul 07.04 Wita.
“Pukul 07.04 Wita, Tim Heli Dauphin Basarnas telah mendarat di Helipad Kampung Ronting, Desa Satar Kampas, Kabupaten Manggarai Timur, dan langsung memproses evakuasi jenazah Ahmad Zaki Ali,” ujar Edy.
Dari Manggarai Timur, jenazah Zaki diterbangkan menuju Bandara Internasional Komodo di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat. Jenazah selanjutnya dibawa ke RSUD Pratama Komodo untuk menjalani proses pemulasaraan sebelum dipulangkan ke Jakarta.
“Jenazah dibawa ke RSUD Pratama Komodo untuk proses pemulasaraan sebelum melanjutkan perjalanan menuju rumah duka di Jakarta,” kata Edy.
Kabar gugurnya Zaki dalam menjalankan misi kemanusiaan turut mendapat perhatian dari Dewan Pimpinan Pusat Ahlulbait Indonesia (DPP ABI). DPP ABI menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga, kerabat, serta seluruh pihak yang mengenal dan pernah bekerja bersama almarhum.
DPP ABI mendoakan agar seluruh amal baik dan pengabdian Ahmad Zaki dalam membantu masyarakat diterima Allah SWT dan mendapat balasan terbaik di sisi-Nya. DPP ABI juga berharap keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah tersebut.
Zaki gugur ketika sedang menjalankan tugas kemanusiaan. Ia datang bersama rekan-rekannya untuk membantu warga yang menghadapi bencana, dan di tengah ikhtiar itulah perjalanan hidupnya berakhir. Pengabdian tersebut akan menjadi bagian yang dikenang dari kiprahnya membantu sesama. []
Baca juga: Menlu Indonesia: Jutaan Rakyat Indonesia Mencintai Ayatullah Sayyid Ali Khamenei







