Kegiatan ABI
Tutup Kunjungan di Sulawesi Selatan, DPP ABI Hadiri Peluncuran E-Commerce Berbasis Komunitas

Makassar, 13 Juli 2026 — Rangkaian kunjungan Departemen Pemberdayaan Ekonomi Dewan Pimpinan Pusat (DPP ABI) Ahlulbait Indonesia di Sulawesi Selatan ditutup dengan peluncuran GaddeKita, aplikasi e-commerce berbasis komunitas yang dikembangkan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW ABI) Sulawesi Selatan, Ahad (12/7). Peluncuran yang berlangsung di Sekretariat DPW ABI Sulsel, Jalan Batua Raya Lorong 4, Makassar, dihadiri puluhan pelaku UMKM dan non-UMKM dari kalangan komunitas Ahlul Bait.
Peluncuran GaddeKita menjadi implementasi awal dari rangkaian pendalaman hasil Survei Pemberdayaan Ekonomi ABI Tahun 2025 yang dilakukan DPP ABI selama berada di Sulawesi Selatan. Setelah menghimpun berbagai pengalaman dan praktik pemberdayaan dari organisasi di daerah, hasil diskusi mulai diterjemahkan ke dalam inovasi yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat.
Dalam sambutannya, Ketua DPW ABI Sulawesi Selatan, Dr. Imran Latif, menegaskan bahwa tantangan terbesar dalam membangun ekonomi komunitas bukan sekadar melahirkan gagasan, melainkan keberanian untuk segera mewujudkannya. Karena itu, pengembangan GaddeKita diputuskan hanya beberapa hari sebelumnya melalui rapat bulanan DPW ABI Sulsel dengan pendekatan trial and error, yakni membangun, menguji, dan terus menyempurnakan platform berdasarkan pengalaman di lapangan.

Peluncuran GaddeKita oleh DPW ABI Sulawesi Selatan disaksikan Ketua Departemen Pemberdayaan Ekonomi DPP ABI sebagai bagian dari penguatan ekonomi berbasis komunitas.
Baca juga: Hasan Zakaria Soroti Literasi, Pendidikan, dan Ancaman Serangan Budaya
“Sering kali kita terlalu lama berhenti pada tahap perencanaan. Padahal kondisi ekonomi masyarakat hari ini menuntut langkah yang cepat. Jika ada kekurangan, kita evaluasi sambil berjalan. Yang terpenting adalah memulai dan terus menyempurnakan,” ujarnya.
Imran menjelaskan bahwa GaddeKita dirancang untuk membangun ekosistem ekonomi berbasis komunitas yang menghubungkan pelaku usaha, konsumen, dan jaringan distribusi dalam satu platform. Menurutnya, penguatan ekonomi tidak cukup hanya berorientasi pada sisi permintaan (demand side), tetapi juga harus memperkuat produksi, efisiensi rantai pasok, dan kemampuan komunitas menciptakan pasar sendiri.
“Kalau komunitas kita mampu saling menjadi produsen sekaligus konsumen, maka akan terbentuk ekosistem ekonomi yang saling menguatkan. Inilah semangat pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas yang ingin kita bangun,” katanya.
Inovasi tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Departemen Pemberdayaan Ekonomi DPP ABI, Ali Reza Baraqbah. Menurutnya, model yang dikembangkan DPW ABI Sulawesi Selatan menawarkan solusi yang lebih sederhana, efisien, dan mudah direplikasi dibandingkan konsep serupa yang sebelumnya dirancang di tingkat pusat.
“Model ini sangat menarik karena biaya pengembangannya jauh lebih ringan, tetapi tetap fungsional. Saya melihat ini berpotensi menjadi prototipe yang dapat kita tawarkan kepada seluruh DPW dan DPD ABI di Indonesia, khususnya bagi daerah yang jumlah penggunanya masih di bawah seribu akun,” ungkapnya.
Baca juga: Dian Wirengjurit Ajak Indonesia Belajar Geopolitik dan Kepemimpinan dari Iran
Sementara itu, pengembang GaddeKita, Syamsu Alam, yang juga Ketua Program Studi Bisnis Digital Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Makassar, menjelaskan bahwa platform tersebut masih terus dikembangkan. Salah satu fitur yang tengah dipersiapkan adalah layanan kurir berbasis komunitas agar anggota jamaah dapat memperoleh tambahan pendapatan melalui layanan pengantaran sekaligus memperkuat distribusi produk UMKM.
Sebagai penutup kegiatan, panitia menggelar simulasi penggunaan aplikasi, mulai dari pencarian produk, pemesanan, hingga pembayaran. Simulasi tersebut mendapat respons positif dari peserta. Salah seorang pelaku UMKM menyatakan optimistis GaddeKita akan membuka peluang pasar baru, seraya berharap penyempurnaan sistem, termasuk skema biaya layanan (fee), segera diselesaikan agar pelaku usaha dapat menyesuaikan struktur harga produknya.
Peluncuran GaddeKita menjadi penanda komitmen ABI Sulawesi Selatan dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis komunitas. Melalui platform yang dapat diakses melalui gaddekita.com, pelaku usaha dan komunitas Ahlul Bait diharapkan dapat memperluas jejaring pemasaran, memperkuat transaksi ekonomi, serta membangun ekosistem usaha yang saling menopang. Model ini juga diharapkan menjadi contoh yang dapat direplikasi oleh DPW dan DPD ABI di berbagai daerah sebagai bagian dari penguatan ekonomi komunitas. [Irfanesa melaporkan dari Makassar]
Baca juga: Belajar Geopolitik dari Iran, Dina Sulaiman Ajak Masyarakat Memahami Ketangguhan Bangsa







