Ikuti Kami Di Medsos

Jurnal

Iqtishaduna Edisi VI: Membaca Pendidikan sebagai Jalan Pemberdayaan Ekonomi

Published

on

Iqtishaduna: Jurnal Pemberdayaan Ekonomi Ahlulbait Indonesia Edisi VI mengangkat pengembangan potensi ekonomi bidang pendidikan sebagai strategi memperkuat kesejahteraan guru, kemandirian lembaga, dan ekonomi komunitas.
Iqtishaduna: Jurnal Pemberdayaan Ekonomi Ahlulbait Indonesia Edisi VI mengangkat pengembangan potensi ekonomi bidang pendidikan sebagai strategi memperkuat kesejahteraan guru, kemandirian lembaga, dan ekonomi komunitas.

Media ABI, 15 Agustus 2026 — Pendidikan sering dipahami sebagai ruang pembentukan ilmu, karakter, dan masa depan generasi. Namun, di balik peran tersebut, pendidikan juga menyimpan potensi besar sebagai penggerak ekonomi: menciptakan lapangan kerja, melahirkan layanan bernilai tambah, memperkuat kemandirian lembaga, serta meningkatkan kesejahteraan para pelakunya.

Berangkat dari gagasan itu, Iqtishaduna: Jurnal Pemberdayaan Ekonomi Ahlulbait Indonesia Edisi VI hadir dengan tema besar pengembangan potensi ekonomi bidang pendidikan dalam Komunitas Ahlul Bait Indonesia. Edisi ini tidak hanya membahas pendidikan sebagai cita-cita sosial, tetapi juga sebagai ekosistem yang perlu dikelola secara profesional, berkelanjutan, dan berbasis nilai.

Baca juga: Jurnal Iqtishaduna Edisi ke-IV: Model Pemberdayaan Ekonomi Ahlul Bait Indonesia Menuju 2026

Delapan artikel dalam jurnal ini mengajak pembaca melihat persoalan pendidikan dari berbagai sudut. Pembahasan dimulai dari pentingnya investasi pada manusia, akhlak, dan karakter sebagai fondasi utama kemajuan ekonomi. Selanjutnya, jurnal memetakan potensi pendidikan di lingkungan ABI, termasuk keberadaan tenaga pendidik, aktivitas pendidikan, serta peluang pengembangan bimbingan belajar, sekolah, pendidikan usia dini, kursus, dan media pembelajaran.

Pembaca juga akan menemukan kajian praktis mengenai transformasi PAUD dan Madrasah Diniyah menuju model social enterprise pendidikan; studi kelayakan bimbingan belajar berbasis komunitas melalui pengalaman Program Siap Kuliah Pandu ABI; hingga gagasan Sekolah Bisnis ABI sebagai sistem kaderisasi ekonomi yang membentuk pelaku ekonomi produktif, pengawal kegiatan ekonomi, dan pemikir ekonomi nasional.

Baca juga: Jurnal Iqtishaduna edisi III

Pada tingkat kelembagaan, jurnal ini memperkenalkan rancangan Lembaga Inkubasi ABI melalui empat fungsi utama: Forger untuk membentuk kapasitas kader, Builder untuk membangun dan memvalidasi usaha, Matchmaker untuk menghubungkan jejaring serta peluang, dan Accelerator untuk mempercepat pertumbuhan usaha. Dua artikel lainnya melengkapi pembahasan dengan pendekatan personalized learning dalam pendidikan digital serta inovasi model bisnis sekolah berbasis komunitas untuk meningkatkan kesejahteraan guru.

Jurnal ini penting dibaca oleh pengelola sekolah, guru, pelaku usaha pendidikan, pengurus komunitas, orang tua, mahasiswa, dan siapa pun yang peduli pada masa depan pendidikan. Isinya menawarkan satu pesan penting: pendidikan yang bermutu membutuhkan guru yang sejahtera, lembaga yang kuat, model pembiayaan yang sehat, serta sistem yang mampu menghubungkan potensi manusia dengan kebutuhan nyata masyarakat.

Jurnal Iqtishaduna Edisi VI adalah ajakan untuk mengubah potensi pendidikan menjadi gerakan pemberdayaan yang nyata—berbasis akhlak, profesionalitas, kolaborasi, dan kemandirian. Karena ketika pendidikan dikelola dengan baik, ia tidak hanya mencerdaskan generasi, tetapi juga menguatkan keluarga, lembaga, dan ekonomi komunitas secara berkelanjutan. []

Baca juga: Jurnal Iqtishaduna Edisi II