Opini
Dari Minab hingga Sirik, Serangan AS dan Korban Warga Sipil Iran

Media ABI, 2 September 2026 — Rangkaian serangan di sejumlah wilayah Iran kembali memunculkan pertanyaan serius mengenai dampak operasi militer Amerika Serikat terhadap warga sipil. Dari sebuah sekolah di Minab dan kompleks olahraga di Lamerd, hingga serangan terhadap kapal perang Iran serta laporan mengenai sebuah resepsi pernikahan di Kuhestak, Sirik, sejumlah peristiwa itu menambah daftar insiden yang menjadi sorotan di tengah klaim Washington mengenai upaya menghindari korban sipil.
Kantor Berita Fars, dalam laporannya pada Rabu (2/9/2026), menilai rangkaian peristiwa tersebut memperlihatkan kesenjangan antara narasi resmi Amerika Serikat dan dampak serangan yang dilaporkan terjadi di lapangan. Persoalannya bukan hanya mengenai siapa yang menjadi sasaran sebuah operasi, tetapi juga mengenai tempat-tempat yang akhirnya terkena dampak serangan dan warga sipil yang berada di dalamnya.
Baca juga: 62 Bagian Jenazah Siswa SD Syajarat Tayyibah di Minab Ditemukan
Sekolah dan Kompleks Olahraga di Jalur Serangan
Di Lamerd, laporan The New York Times yang turut diberitakan Euronews menyebut sebuah rudal balistik PrSM milik Amerika Serikat menghantam sebuah kompleks olahraga serta sekolah dasar yang berada di dekatnya. Sedikitnya 21 orang dilaporkan meninggal dalam serangan tersebut.
Sementara di Minab, laporan yang beredar menyebut Sekolah Shajareh Tayyibeh menjadi sasaran serangan rudal yang menyebabkan jatuhnya korban sipil dalam jumlah besar. Dua peristiwa tersebut menempatkan bangunan yang digunakan masyarakat sipil di tengah sorotan konflik yang sedang berlangsung.
Rangkaian serangan itu juga mencakup kapal perusak Dena milik Iran. Kapal tersebut menjadi sasaran serangan selama konflik berlangsung dan menyebabkan puluhan personel Iran kehilangan nyawa. Fars turut menyinggung pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai serangan tersebut yang, menurut laporan itu, memicu kecaman.
Namun, perhatian terhadap dampak konflik semakin menguat setelah muncul laporan mengenai peristiwa terbaru di Kuhestak, Sirik.
Resepsi Pernikahan Menjadi Lokasi Serangan
Menurut laporan resmi dari dalam negeri Iran, serangan Amerika Serikat menghantam sebuah lokasi yang digunakan untuk penyelenggaraan resepsi pernikahan di Kuhestak. Laporan awal menyebut sedikitnya dua orang meninggal dan sekitar 50 orang lainnya mengalami luka-luka. Dalam perkembangan berikutnya, jumlah korban meninggal dilaporkan meningkat menjadi empat orang, termasuk seorang anak.
Peristiwa tersebut memperluas pertanyaan yang sebelumnya telah muncul dari sejumlah insiden lain. Jika operasi militer ditujukan secara khusus terhadap sasaran yang memiliki nilai militer, bagaimana sekolah, kompleks olahraga, rumah penduduk, hingga lokasi resepsi pernikahan dapat berada dalam jalur dampak serangan?
Baca juga: Foto Pemakaman 168 Pelajar Minab Korban Serangan AS Raih Penghargaan Foto Jurnalistik Terbaik Dunia
Pertanyaan itu menjadi semakin relevan karena dampak perang tidak berhenti pada istilah-istilah yang digunakan dalam pernyataan resmi. Ketika sebuah serangan mengenai ruang yang digunakan masyarakat sipil, persoalan mengenai ketepatan sasaran dengan sendirinya berhadapan dengan kenyataan di lapangan.
Pertarungan Narasi Setelah Serangan
Fars juga mengkritik kelompok oposisi Iran dan sejumlah media yang mendukung Amerika Serikat karena, menurut laporan tersebut, berupaya mengalihkan perhatian dari tanggung jawab pihak penyerang setelah muncul laporan mengenai korban sipil.
Dalam sejumlah kasus, perdebatan mengenai jatuhnya korban kemudian bergeser kepada kemungkinan kesalahan perhitungan, keadaan di sekitar lokasi, atau alasan keberadaan warga sipil di wilayah yang terkena serangan. Bagi Fars, pola semacam itu tidak hanya berkaitan dengan penjelasan atas sebuah operasi militer, tetapi juga menjadi bagian dari pertarungan narasi mengenai siapa yang harus memikul tanggung jawab atas akibat serangan.
Persoalannya, warga sipil yang menjadi korban tidak selalu berada dalam ruang yang dapat dengan mudah dikategorikan sebagai bagian dari medan perang. Sekolah, fasilitas olahraga, rumah penduduk, dan tempat berlangsungnya perayaan keluarga merupakan ruang kehidupan masyarakat sehari-hari.
Ketika tempat-tempat tersebut dilaporkan terkena serangan, perdebatan mengenai sasaran militer tidak dapat sepenuhnya dipisahkan dari pertanyaan tentang perlindungan warga sipil dalam konflik bersenjata.
Baca juga: Teheran: Serangan di Sekolah Minab Bukan Insiden, Melainkan Kejahatan Perang
Dari Minab hingga Sirik
Rangkaian peristiwa dari Minab, Lamerd hingga Sirik, menurut analisis Fars, semakin menekan narasi bahwa operasi militer Amerika Serikat hanya menyasar sasaran yang memiliki nilai militer. Laporan mengenai bangunan sipil yang terdampak serta jatuhnya korban dari kalangan masyarakat memperlihatkan sisi lain dari konflik yang tidak dapat diselesaikan hanya dengan pernyataan mengenai ketepatan operasi.
Sirik menjadi salah satu peristiwa yang paling menonjol dalam rangkaian tersebut. Sebuah lokasi yang dilaporkan digunakan untuk resepsi pernikahan kini masuk dalam daftar tempat yang terdampak serangan. Bersama Minab dan Lamerd, peristiwa itu kembali menempatkan satu persoalan di hadapan publik: dalam perang yang semakin meluas, seberapa jauh garis antara sasaran militer dan ruang kehidupan warga sipil benar-benar masih dapat dijaga? []
Baca juga: Korban Meninggal Serangan di SD Putri Minab Capai 63 Orang, 92 Luka-Luka







