Berita
IRGC Luncurkan Drone Shahed Bergambar Lamine Yamal Bawa Bendera Palestina

Ahlulbait Indonesia, 23 Juli 2026 – Fars News Agency pada Selasa (21/7/26), merilis video peluncuran drone Shahed yang ditempeli stiker bergambar pemain tim nasional Spanyol, Lamine Yamal, membawa bendera Palestina. Drone tersebut diluncurkan bersamaan dengan gelombang ke-24 Operasi Nasr 2, yang juga melibatkan rudal dan drone menuju sejumlah sasaran militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Di sisi lain, militer Amerika Serikat melancarkan serangan malam ke-11 terhadap Iran pada Rabu dini hari. Komando Pusat AS (CENTCOM) mengklaim menargetkan hanggar pesawat serta lokasi penyimpanan drone Iran. Operasi tersebut berlangsung setelah Presiden Donald Trump mengisyaratkan bahwa tekanan militer terhadap Iran akan semakin ditingkatkan.
Baca juga: Yaman: Jika Israel Kembali Melancarkan Perang ke Gaza, Kami Akan Segera Bertindak
Di tengah terhentinya sebagian besar proses negosiasi dan terganggunya lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz, kedua pihak kini berupaya meningkatkan posisi tawar dengan memperluas sasaran operasi, termasuk terhadap infrastruktur strategis.
Sementara itu, Presiden Donald Trump juga mengancam akan membombardir Pickaxe Mountain (Kuh-e Kolang Gaz La), yang diyakini menjadi lokasi kompleks bawah tanah pengembangan program nuklir Iran. Trump mengklaim material nuklir Iran telah dipindahkan ke kawasan tersebut dan menegaskan serangan akan segera dilakukan, seraya menyatakan Iran tidak akan mampu mencegahnya.
Ancaman tersebut mendapat perhatian luas media internasional. Associated Press (AP) dalam laporan 22 Juli 2026 berjudul What to Know About Iran’s Pickaxe Mountain, Home to an Underground Nuclear Site Threatened by Trump menyebut Pickaxe Mountain merupakan kompleks bawah tanah di dekat fasilitas nuklir Natanz yang hingga kini belum pernah menjadi sasaran serangan langsung.
Senada dengan itu, Reuters melalui laporan 15 Juli 2026 berjudul What Is Pickaxe Mountain, the Iranian Nuclear-Linked Site Threatened by Trump? menjelaskan bahwa kompleks tersebut dibangun jauh di bawah permukaan tanah dan oleh sejumlah pakar dinilai memiliki tingkat perlindungan yang sangat tinggi sehingga sulit dihancurkan melalui serangan udara konvensional.
Baca juga: Araghchi kepada Trump: Doktrin Pertahanan Iran Jelas, “Mata Dibalas Mata”
Adapun The Guardian, dalam artikel 22 Juli 2026 berjudul What Is Pickaxe Mountain, Iran’s Underground Nuclear Facility Trump Is Threatening to Attack?, menilai ancaman terhadap fasilitas tersebut berpotensi menjadi salah satu fase paling berbahaya dalam eskalasi konflik karena menyasar aset strategis yang selama ini menjadi simbol kemampuan nuklir Iran.
Namun, ancaman itu juga membawa risiko eskalasi yang jauh lebih besar. Sejumlah pejabat politik dan militer Iran berulang kali menegaskan bahwa setiap serangan terhadap wilayah atau infrastruktur strategis Iran akan dibalas secara langsung dan proporsional. Jika Pickaxe Mountain benar-benar menjadi sasaran Amerika Serikat, konflik berpotensi memasuki babak baru yang melampaui aksi saling serang terbatas. Konfrontasi dapat meluas ke pangkalan militer AS di kawasan, jalur pelayaran energi, hingga kepentingan sekutu Washington di Timur Tengah menjadi sasaran balasan Iran. []
Baca juga: Khatam al-Anbiya: Serangan ke Fasilitas Nuklir Berarti Perluasan Perang







