Internasional
Trump Ancam Uni Eropa: Amerika Serikat Bukan Celengan Eropa

Ahlulbait Indonesia, 25 Juli 2026 – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengancam Uni Eropa dengan tarif perdagangan baru sebagai respons atas serangkaian denda yang dijatuhkan kepada perusahaan-perusahaan teknologi asal Amerika.
Menurut laporan IRNA pada Jumat (24/7), Trump melalui platform Truth Social menuduh Uni Eropa secara sistematis menargetkan perusahaan-perusahaan besar Amerika Serikat melalui kebijakan yang dinilainya diskriminatif.
Baca juga: Wall Street Journal: Trump Marah dan Frustrasi Hadapi Iran
Trump menyoroti denda sebesar US$15 miliar terhadap Apple, US$3 miliar terhadap Meta, US$2,5 miliar terhadap Amazon, serta denda terbaru US$1 miliar terhadap Google. Menurutnya, total denda yang dijatuhkan kepada Google kini telah melampaui US$18 miliar.
Ia menyebut kebijakan tersebut sebagai tindakan ilegal dan tidak bermoral yang tidak akan dibiarkan berlanjut di bawah pemerintahannya.
“Amerika Serikat bukan celengan Eropa, dan kami tidak akan membiarkan hal itu terus terjadi,” tulis Trump.
Trump juga mengumumkan penyelidikan berdasarkan Section 301 Undang-Undang Perdagangan Amerika Serikat terhadap praktik yang disebutnya sebagai perlakuan tidak adil terhadap perusahaan-perusahaan AS.
Baca juga: Lalu Lintas Kapal Tanker di Selat Hormuz Turun ke Titik Terendah
Ia menegaskan Uni Eropa akan membayar harga mahal atas kebijakan tersebut. Menurutnya, seluruh denda terhadap perusahaan-perusahaan Amerika harus dicabut dan akan dibalas dengan penerapan tarif impor yang lebih tinggi.
Pernyataan itu disampaikan di tengah kebijakan perdagangan terbaru Trump yang mengenakan tarif impor sebesar 10–12,5 persen terhadap puluhan negara dan mitra dagang utama Amerika Serikat.
Mengutip laporan CNN, kebijakan yang mulai berlaku pada Jumat dini hari itu mencakup puluhan mitra dagang dari Eropa, China, India, Jepang, Australia, serta kawasan Amerika Utara dan Selatan. Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat menyatakan negara-negara yang dikenai tarif tersebut mencakup sekitar 99,4 persen dari total impor AS. []
Baca juga: IRGC: Jet Tempur, Sistem Patriot, dan Balon Mata-mata AS Luluh Lantak







