Internasional
IRGC: Iran Siap Masuk Fase Operasi Ofensif

Media ABI, 10 September 2026 – Iran telah melewati fase pertahanan dan bersiap memasuki tahap operasi ofensif. Pernyataan itu disampaikan Komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC Tehran Raya, Brigadir Jenderal Hassan Hassanzadeh, dalam latihan tim operasi khusus IRGC, sebagaimana dilaporkan Mehr News Agency pada Kamis (10/9/2026).
“Kami telah melewati tahap menghadapi ancaman secara defensif dan dalam posisi pertahanan. Hari ini kami berada di ambang operasi ofensif. Ini merupakan titik balik yang dalam waktu dekat akan dirasakan dampaknya oleh musuh,” kata Hassanzadeh, dikutip kantor berita Mehr.
Baca juga: IRGC: Netanyahu Terlalu Kecil untuk Mengancam Iran
Dalam latihan tersebut, Hassanzadeh mengenang para korban perang 12 hari, perang Ramadan, pertempuran Hormuz, serta para personel Divisi 27 dan komandan yang gugur.
Dia kemudian menyinggung pernyataan pihak lawan pada awal perang 12 hari yang memperkirakan pemerintahan Republik Islam Iran akan runtuh dalam hitungan hari. Menurutnya, kondisi kini telah berubah. Pihak lawan menghadapi tekanan di wilayah Teluk Persia dan Selat Hormuz.
“Hari ini, di hadapan dunia, musuh-musuh tersebut terjebak dalam genggaman kuat angkatan laut dan pasukan kedirgantaraan IRGC serta Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran, dan melewati malam dengan tekanan serta kecemasan,” ujarnya.
Hassanzadeh menyatakan keberhasilan dalam perang tidak ditentukan oleh peralatan dan teknologi semata. Keyakinan yang teguh, kepercayaan pada pertolongan Tuhan, serta mengikuti teladan para syuhada menjadi faktor yang menentukan jalannya peperangan.
Sejumlah komandan yang disebut dalam pidatonya antara lain Hemmat, Motevaselian, Tangsiri, Bagheri, Rabbani, Mehrabi, Hajizadeh, Pakpour, dan Salami. Para tokoh tersebut ditempatkan sebagai teladan dalam perjuangan dan kepemimpinan militer.
Di bidang teknologi, Iran telah mencapai kemampuan dalam sektor rudal, drone, dan kekuatan maritim yang menurut Hassanzadeh berhasil menggagalkan tujuan lawan.
Baca juga: Angkatan Udara Irak Bombardir Persembunyian ISIS di Kirkuk
Kesiapan ofensif tersebut juga ditopang pembentukan tim, satuan, dan divisi yang dipersiapkan untuk menjalankan operasi khusus dengan kecepatan tinggi.
“Hari ini kami siap hadir dengan kecepatan tinggi di setiap wilayah negara dan menghancurkan musuh dalam kondisi apa pun. Kapasitas transportasi cepat serta operasi khusus telah dibangun melalui latihan berulang selama beberapa tahun terakhir,” katanya.
Menurut Hassanzadeh, kesiapan tersebut menjadi pesan bagi pihak-pihak yang dianggap sebagai musuh Iran.
Dia juga menyinggung latihan besar bertajuk “Jān-Fadā-ye Irān” atau “Pengorban Jiwa untuk Iran” yang melibatkan 313 ribu peserta. Pendaftaran berlangsung melalui masjid, lapangan, kantor pemerintahan, dan lingkungan permukiman.
Pada 27 September, masyarakat Iran akan mengikuti kegiatan yang disebut sebagai bentuk kesiapan nasional. Hassanzadeh mengatakan kegiatan tersebut akan memperlihatkan ketahanan dan kesiapan masyarakat Iran dalam menghadapi konflik.
Dalam pidatonya, Hassanzadeh turut menyinggung Amerika Serikat, Donald Trump, dan Benjamin Netanyahu. Menurutnya, ketiganya kini menghadapi tekanan dari opini publik dan kalangan elite masing-masing.
Dia membantah pernyataan mengenai kehancuran angkatan bersenjata Iran dan menegaskan bahwa militer Iran kini berdiri lebih kuat menghadapi lawan.
Baca juga: Reuters Soroti Ancaman Rekayasa Balik Kapal Selam Nirawak AS
“Mereka ingin menguasai Selat Hormuz, tetapi hari ini kehendak rakyat Iran yang mengelola jalur energi vital tersebut. Kekalahan mereka yang berulang telah mendorong mereka menyebarkan kebohongan, tetapi kenyataan di lapangan berbeda,” katanya.
Hassanzadeh menutup pernyataannya dengan menyebut Iran telah mematahkan hegemoni Amerika Serikat di hadapan dunia. Iran, menurutnya, kini dikenal sebagai bagian dari poros perlawanan dan salah satu dari empat kekuatan yang menentukan dinamika global.
“Selat Hormuz, kekuatan masyarakat, serta kesiapan penuh para pejuang merupakan bagian dari unsur kekuatan kami. Pada 27 September, dunia akan menyaksikan salah satu gambaran dari kekuatan tersebut,” ujarnya. []
Baca juga: Media Barat Akui Kendaraan Nirawak AS Ditangkap Iran







