Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

JD Vance: Jika Trump Menghendaki, AS Dapat Capai Kesepakatan dengan Tehran

Published

on

Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance menyampaikan pandangan mengenai proses diplomasi Washington dengan Iran dalam wawancara bersama Fox News.
Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan Washington dapat mencapai kesepakatan dengan Tehran jika Presiden Donald Trump menghendakinya.

Media ABI, 10 September 2026 – Amerika Serikat dapat mencapai kesepakatan dengan Iran jika Presiden Donald Trump menghendakinya. Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Presiden AS JD Vance ketika berbicara mengenai posisi Tehran di tengah tekanan Washington terhadap sektor energi Iran.

Vance menyebut Iran kini tidak memiliki banyak pilihan setelah Amerika Serikat menekan ekspor minyak negara tersebut. Dia juga mengatakan Iran telah kehilangan pendapatan dari sektor energi.

Baca juga: IRGC: Iran Siap Masuk Fase Operasi Ofensif

Pernyataan itu disampaikan dalam wawancara yang dikutip Mehr News Agency dari Al Jazeera pada Kamis (10/9/2026). Vance mengatakan tekanan terhadap ekspor minyak telah mempersempit ruang gerak Tehran.

Menurut Vance, keputusan untuk mencapai kesepakatan berada di tangan Trump. Jika presiden AS itu menghendaki, Washington dapat mencapai kesepakatan dengan Tehran.

Di tengah pernyataan tersebut, Trump masih berbicara dengan nada keras mengenai Iran. Dia mengatakan Amerika Serikat akan memenangkan perang dan menyebut Washington telah menguasai Selat Hormuz.

Trump bahkan melontarkan gagasan agar jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu jalur energi terpenting dunia itu diberi nama “Selat Trump”.

Baca juga: IRGC: Netanyahu Terlalu Kecil untuk Mengancam Iran

Mengenai kondisi ekonomi Iran, Trump mengatakan negara tersebut sedang menuju keruntuhan setelah selama puluhan tahun menjadi kekuatan dominan di Timur Tengah.

Trump sebelumnya juga pernah mengatakan perang dengan Iran akan berakhir setelah pemilihan paruh waktu di Amerika Serikat.

Pernyataan Vance tentang peluang kesepakatan dengan Tehran muncul ketika Trump masih mempertahankan tekanan terhadap Iran sekaligus menyatakan kemenangan dalam perang dan penguasaan atas Selat Hormuz. []

Baca juga: Angkatan Udara Irak Bombardir Persembunyian ISIS di Kirkuk