Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

IRGC: Netanyahu Terlalu Kecil untuk Mengancam Iran

Published

on

Juru Bicara IRGC Brigadir Jenderal Hossein Mohebi saat berbicara dalam pertemuan dengan para pengelola media di Provinsi Markazi, Iran, 9 September 2026.
Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam Iran, Brigadir Jenderal Hossein Mohebi, menanggapi ancaman Benjamin Netanyahu dan menekankan pentingnya persatuan masyarakat Iran dalam menghadapi tekanan musuh.

Media ABI, 10 September 2026 – Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC, Brigadir Jenderal Hossein Mohebi, mengecilkan ancaman Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terhadap Iran. Dalam wawancara dengan Mehrnews pada Rabu malam (9/9/2026), Mohebi mengatakan Netanyahu tidak lebih besar daripada ancaman yang selama 47 tahun terakhir telah disampaikan para presiden Amerika Serikat terhadap Iran.

Baca juga: Media Barat Akui Kendaraan Nirawak AS Ditangkap Iran

“Kami melihat Netanyahu sangat kecil dan meyakini dia terlalu kecil untuk mengambil tindakan terhadap negara dan bangsa besar Iran,” kata Mohebi.

Mohebi kemudian mengingatkan bahwa para “kakek Netanyahu”, sebutannya untuk para presiden Amerika Serikat sepanjang masa Revolusi Islam, telah melontarkan ancaman serupa selama 47 tahun terakhir. Berbagai kemampuan yang dimiliki Washington telah digunakan, tetapi tidak satu pun dari mereka, menurut Mohebi, berhasil mencapai tujuan terhadap Iran.

“Netanyahu, yang merupakan seorang penjahat dan pemimpin sebuah kelompok kriminal, tentu berada pada level yang berbeda. Dia memang melontarkan pernyataan yang berlebihan, tetapi kami melihatnya sangat kecil untuk urusan ini dan meyakini dia terlalu kecil untuk mengambil tindakan terhadap negara dan bangsa besar Iran,” ujarnya.

Mohebi juga menyinggung kemungkinan berlanjutnya perang psikologis dan kognitif terhadap Iran. Menurutnya, bentuk dan intensitas perang tersebut akan sangat bergantung pada tingkat perlawanan yang diberikan Iran.

Dia merujuk pada konfrontasi militer sebelumnya. Musuh, kata Mohebi, telah memasuki medan perang dengan mengerahkan seluruh kemampuan militernya, mulai dari berbagai jenis pesawat hingga teknologi terbaru dan kecerdasan buatan. Namun, pada akhirnya, pihak tersebut menghadapi kebuntuan dan meminta kesepahaman serta kesepakatan.

Baca juga: Teknisi Iran Bersiap Membedah “Jeroan” Kapal Selam Nirawak AS

“Di bidang operasi psikologis, formula yang sama persis berlaku,” katanya.

Mohebi juga menyoroti pertemuan malam hari yang digelar masyarakat Iran. Kehadiran masyarakat, menurutnya, memiliki pengaruh langsung dan besar terhadap penguatan daya tahan nasional sekaligus kegagalan upaya musuh.

“Setiap kali masyarakat bersatu, berdiri bersama dan menghadapi musuh dengan tekad, musuh pasti akan mengalami kekalahan,” ujarnya.

Dia mengatakan musuh memiliki kekhawatiran besar terhadap kehadiran dan persatuan masyarakat Iran. Bahkan, menurut Mohebi, persoalan tersebut kemungkinan menjadi salah satu hal yang paling dikhawatirkan musuh saat ini.

“Sebagai seorang prajurit kecil negeri ini, saya ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa kehadiran mereka sangat efektif. Keberlanjutan kehadiran tersebut, insyaallah, akan menjadi jaminan kemenangan,” kata Mohebi. []

Baca juga: Setelah 14 Bulan, Rekaman Rudal Iran Hantam Kilang Haifa Akhirnya Dirilis