Internasional
Lalu Lintas Kapal Tanker di Selat Hormuz Turun ke Titik Terendah

Ahlulbait Indonesia, 24 Juli 2026 – Lalu lintas kapal tanker minyak di Selat Hormuz turun ke level terendah dalam dua bulan terakhir seiring meningkatnya risiko keamanan di salah satu jalur distribusi energi terpenting di dunia.
Mengutip laporan Reuters pada Jumat (24/7/2026), perusahaan pelacak kapal Kepler mencatat hanya satu kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz pada 23 Juli, turun dari tiga kapal sehari sebelumnya. Pada hari yang sama, tidak ada kapal tanker yang memasuki selat tersebut.
Baca juga: Investigasi Reuters Ungkap Starlink Jadi Tulang Punggung Operasi Militer AS terhadap Iran
Satu-satunya kapal yang melintas adalah New Giant, kapal tanker berkapasitas sangat besar (VLCC) yang mengangkut sekitar dua juta barel minyak mentah Irak menuju Pelabuhan Rizhao, China. Penurunan lalu lintas ini terjadi di tengah kenaikan harga minyak yang kembali mendekati 100 dolar AS per barel.
Meningkatnya ketegangan keamanan di Teluk Persia dan Laut Merah mendorong banyak perusahaan pelayaran mengubah rute atau menunda perjalanan. Untuk mengurangi risiko, Arab Saudi juga mulai mengalihkan sebagian ekspor minyaknya melalui Pelabuhan Sidi Kerir di pesisir Mediterania, Mesir, menggantikan sebagian pengiriman yang sebelumnya dilakukan melalui pelabuhan-pelabuhan di Laut Merah.
Sejumlah kapal tanker juga memilih rute alternatif melalui Terusan Suez guna menghindari kawasan Bab al-Mandeb, meskipun konsekuensinya waktu pelayaran menjadi lebih lama.
Baca juga: Pejabat Iran kepada Reuters: Serangan Apa Pun akan Dibalas dengan “Perang Habis-habisan”
Sementara itu, lalu lintas pelayaran di Bab al-Mandeb masih relatif normal. Dalam sehari, sebanyak 32 kapal kargo melintasi jalur tersebut, termasuk sembilan kapal tanker minyak mentah.
Meski demikian, pengalihan rute melalui Terusan Suez membuat waktu pelayaran menuju Asia meningkat hingga beberapa kali lipat dan mendorong kenaikan biaya angkut, sehingga menambah tekanan terhadap pasar energi global. []
Baca juga: IRGC: Bangunan Tersisa Pusat Data Amazon yang Digunakan Militer AS Hancur






