Internasional
Trump Kaitkan Peristiwa 11 September dengan Perang terhadap Iran

Media ABI, 12 September 2026 – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Menteri Perang Pete Hegseth mengaitkan peristiwa 11 September 2001 dengan perang Amerika terhadap Iran dalam pidato peringatan 25 tahun tragedi tersebut pada Jumat (11/9/2026). Keduanya menempatkan Iran dalam narasi ancaman terorisme yang digunakan untuk menjelaskan perang Amerika saat ini, sebagaimana dilaporkan Fars News Agency pada Sabtu (12/9/2026).
Trump dalam pidatonya menyampaikan penghormatan kepada pasukan Amerika yang menurutnya tengah berupaya mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.
Baca juga: AS Akui Markas Armada Kelima di Bahrain Dihancurkan Iran
“Kami memberi penghormatan kepada pasukan militer kami yang saat ini berjuang untuk memastikan pendukung terorisme terbesar di dunia, Republik Islam Iran, tidak akan pernah memiliki senjata nuklir,” kata Trump.
Sebelum Trump berbicara, Hegseth mengatakan Amerika sedang berperang dengan pemerintahan yang selama setengah abad menginginkan kematian Amerika Serikat. Dia juga mengatakan pemerintah Iran menyambut serangan 11 September.
Serangan terhadap Menara Kembar World Trade Center di New York pada 11 September 2001 kemudian diikuti rangkaian perang Amerika di Timur Tengah. Washington menyerang Afghanistan tidak lama setelah serangan tersebut, sebelum melancarkan invasi ke Irak.
Amerika Serikat menghabiskan hampir 8 triliun dolar di kawasan Timur Tengah dalam kurun sekitar 20 tahun setelah perang tersebut. Pada akhirnya, Washington tidak mencapai tujuan yang ditetapkan dalam kedua perang itu.
Dalam laporan yang terbit pada Jumat, Reuters menilai perang Amerika terhadap Iran saat ini juga bertumpu pada sejumlah asumsi yang keliru, sebagaimana yang terjadi dalam perang Irak dan Afghanistan.
Perdebatan mengenai narasi resmi pemerintah Amerika tentang serangan 11 September juga telah berlangsung selama bertahun-tahun. Sejumlah ilmuwan dari berbagai bidang mempertanyakan sejumlah bagian dari penjelasan resmi Washington mengenai peristiwa tersebut.
Baca juga: IRGC Tangkap Kapal Selam Nirawak AS, Operasi Jarak Jauh Amerika Terancam
Sementara perang dengan Iran telah berlangsung lebih dari enam bulan, Trump beberapa hari sebelumnya mengatakan konflik tersebut kemungkinan berlanjut hingga pemilihan sela pada November.
Sejumlah jajak pendapat menunjukkan perang terhadap Iran tidak populer di Amerika Serikat. Pemerintahan Trump menghadapi tekanan menjelang pemilihan sela Kongres karena perang terus berlangsung tanpa strategi keluar yang jelas.
Trump mengatakan perang akan berakhir segera setelah pemilihan. Mengenai Iran, Trump mengatakan, “Mereka tidak lagi memiliki kemampuan untuk melawan. Mereka berusaha mati-matian memengaruhi pemilu agar kelompok yang lemah berkuasa dan membiarkan mereka sehingga dapat memperoleh senjata nuklir.”
Namun, laporan The Wall Street Journal pada Kamis menyebut Iran telah kembali memproduksi rudal balistik. Laporan tersebut bertentangan dengan pernyataan pemerintahan Trump sebelumnya yang menyebut kemampuan militer Iran telah dihancurkan sepenuhnya. []
Baca juga: JD Vance: Jika Trump Menghendaki, AS Dapat Capai Kesepakatan dengan Tehran







