Internasional
AS Akui Markas Armada Kelima di Bahrain Dihancurkan Iran

Media ABI, 12 September 2026 – Pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat di Bahrain hancur total dalam serangan Iran. Pengakuan tersebut disampaikan Penjabat Menteri Angkatan Laut AS Hung Cao kepada The Epoch Times pada 9 September, sebagaimana dilansir Fars News Agency pada Sabtu (12/9/2026).
“Mereka menghancurkan dan memusnahkan Bahrain sepenuhnya,” kata Cao.
Baca juga: ABI Samarinda Salurkan Paket Sembako untuk Warga yang Membutuhkan
Cao merujuk pada pangkalan dukungan Angkatan Laut AS di Bahrain yang menjadi markas Komando Pusat Angkatan Laut Amerika dan Armada Kelima AS. Pangkalan tersebut merupakan salah satu fasilitas utama yang menopang operasi militer Washington di kawasan Asia Barat.
Kerusakan fasilitas itu sebelumnya telah terlihat melalui citra satelit dan diberitakan sejumlah media. Rudal Iran dilaporkan menghantam fasilitas militer Amerika sejak perang dimulai pada Februari.
Cao mengatakan Angkatan Laut AS telah membentuk satuan tugas untuk menentukan apakah pangkalan Bahrain perlu dibangun kembali. Tim tersebut akan mengkaji kebutuhan pembangunan kembali fasilitas untuk mempertahankan dan mendukung keberadaan pasukan Amerika di kawasan.
Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi menanggapi pernyataan Cao melalui media sosial.
“Kami menghargai keterusterangan Hung Cao, Penjabat Menteri Angkatan Laut,” tulis Araghchi.
Menurut Araghchi, angkatan bersenjata Iran telah menghancurkan markas Armada Kelima AS di Bahrain serta sejumlah pangkalan lain yang mendukung operasi militer Amerika. Araghchi juga menyatakan rakyat Amerika tidak semestinya menanggung biaya perang Israel.


Baca juga: Penangkapan Kapal Selam Nirawak di Hormuz, Pesan Penting Buat Amerika
Pernyataan Cao muncul beberapa hari setelah Kepala Operasi Angkatan Laut AS Laksamana Daryl Caudle berbicara dalam pertemuan terbuka pada 31 Agustus.
Saat berbicara kepada seorang pelaut yang telah dipindahkan dari pangkalan Bahrain, Caudle mengatakan, “Kami tidak akan kembali ke sana dalam waktu dekat.”
Pernyataan tersebut memberi gambaran mengenai kondisi pangkalan Bahrain setelah serangan Iran. Selain pengakuan mengenai kehancuran fasilitas, Angkatan Laut AS kini tengah mengkaji apakah pangkalan yang menjadi markas Armada Kelima itu masih dapat digunakan atau harus dibangun kembali. []
Baca juga: Iran International dan Jejak Proyek Keamanan di Balik Jaringan Media







