Internasional
Mengapa Kemenangan Ansarullah di Pesisir Barat Yaman Strategis?

Media ABI, 12 September 2026 – Ansarullah terus bergerak di pesisir barat Yaman dan kini mencapai kawasan yang berada di sekitar Bab al-Mandab. Al-Mokha, Dhu Bab, Kepulauan Hanish dan Pulau Perim atau Mayyun masuk dalam rangkaian wilayah yang dikuasai pasukan Yaman dalam beberapa hari terakhir.
Mehr News dalam laporan analisisnya pada Sabtu (12/9/26) menempatkan perkembangan tersebut sebagai perubahan penting dalam perang Yaman. Sebab, wilayah yang diperebutkan berada tepat di jalur menuju Bab al-Mandab, selat yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden.
Baca juga: Iran Pegang Kendali Penuh Hormuz, Peringatkan Saudi dan Jepang
Reuters melaporkan pasukan pemerintah Yaman yang didukung Saudi telah meninggalkan Mayyun dan kawasan Dhu Bab. Seorang pejabat lokal mengatakan pasukan Ansarullah kemudian mengambil alih Mayyun.
Sebelumnya, pasukan Yaman bergerak dari Al-Mokha ke arah Dhu Bab dan Kepulauan Hanish. Al-Mokha sendiri telah berada di bawah kendali pasukan Yaman menurut laporan yang dikutip Mehr News.
Mayyun menjadi bagian penting dari rangkaian pergerakan tersebut. Pulau ini berada di pintu masuk Laut Merah dan berdekatan dengan Bab al-Mandab. Penguasaan Mayyun memberi posisi yang berbeda dibanding penguasaan wilayah pedalaman karena langsung berhubungan dengan jalur pelayaran yang keluar-masuk Laut Merah.
Al-Mokha, Dhu Bab, Hanish dan Mayyun juga berada dalam satu bentang pesisir. Penguasaan titik-titik tersebut membuat Ansarullah memiliki pijakan yang lebih dekat ke Bab al-Mandab dibanding sebelumnya.
Selat ini merupakan bagian dari jalur pelayaran yang menghubungkan Asia dan Eropa melalui Laut Merah dan Terusan Suez. Ketika situasi keamanan memburuk, kapal-kapal dapat memilih jalur memutar melalui selatan Afrika. Sejumlah perusahaan pelayaran telah melakukan perubahan rute seperti itu dalam beberapa tahun terakhir ketika serangan di Laut Merah meningkat.
Perubahan di pesisir Yaman kemudian mendorong Saudi meminta bantuan Washington. Axios melaporkan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman menghubungi Presiden AS Donald Trump dua kali pada Kamis dan meminta Amerika bertindak langsung terhadap Ansarullah. Trump disebut menolak keterlibatan militer langsung.
Baca juga: Washington Tutupi Jumlah Korban Perang Iran, Kata Perwira AS
Amerika tetap membantu Saudi dari sisi informasi. Axios melaporkan Washington meningkatkan dukungan kepada Riyadh dengan alasan menjaga akses ke jalur pelayaran Laut Merah.
CNN melaporkan lebih dari 100 penasihat militer Amerika berada di Saudi. Mereka membantu dalam bidang intelijen dan identifikasi sasaran. CNN juga melaporkan dukungan informasi Amerika digunakan untuk membantu operasi Saudi serta memantau perkembangan medan.
Bagi Saudi, persoalan di pesisir barat Yaman berkaitan langsung dengan keamanan Laut Merah. Bagi Amerika, kawasan tersebut menyangkut salah satu jalur pelayaran utama yang menghubungkan Eropa dan Asia.
Dampaknya juga dapat terasa pada perdagangan energi. Reuters melaporkan harga minyak Brent pada Jumat masih berada di atas 105 dolar AS per barel di tengah kekhawatiran terhadap pasokan dan jalur pengiriman energi. Badan Energi Internasional atau IEA sebelumnya memperingatkan risiko terhadap pasokan minyak pada 2026 akibat krisis di Timur Tengah.
Perang Yaman memang mereda setelah kesepakatan gencatan senjata pada 2022. Namun, garis depan kembali bergerak dalam beberapa pekan terakhir, terutama di wilayah pesisir barat.
Baca juga: Yaman Kuasai 6 Wilayah dan Jatuhkan 9 Jet Saudi
Pergerakan tersebut kini membawa Ansarullah semakin dekat dengan Bab al-Mandab. Bagi perang Yaman, ini berarti perubahan wilayah. Bagi kawasan, persoalannya menyentuh Laut Merah. Bagi perdagangan dunia, setiap perubahan keamanan di sekitar selat tersebut dapat berpengaruh pada perjalanan kapal, biaya angkutan dan pasokan energi.
Itulah sebabnya perebutan pesisir barat Yaman tidak berhenti sebagai berita tentang perubahan garis depan. Lokasi wilayah yang dikuasai membuat perkembangan tersebut langsung berkaitan dengan Bab al-Mandab, salah satu jalur laut yang paling diperhitungkan dalam perdagangan internasional. []
Baca juga: IRGC: Netanyahu Terlalu Kecil untuk Mengancam Iran







