Internasional
Staf Umum Iran Tegaskan Tak Akan Mundur hingga AS Kalah Total

Media ABI, 16 Agustus 2026 — Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran menegaskan tidak akan mundur hingga musuh Amerika Serikat dan Israel mengalami kekalahan total di kawasan, hak rakyat Iran terpenuhi, dan tuntutan pemimpin Iran terwujud. Pernyataan itu disampaikan pada Minggu (16/8/2026) dalam rangka memperingati kembalinya para tawanan perang Iran ke tanah air.
Dalam pernyataannya, Staf Umum menyampaikan penghargaan kepada rakyat Iran atas keteguhan dan daya tahan mereka. Semangat perlawanan yang diwariskan para veteran perang, menurut lembaga tersebut, kini diteruskan oleh generasi muda.
Baca juga: Newsweek: Iran Menang Penuh atas Amerika
Peringatan itu merujuk pada kepulangan para tawanan perang Iran setelah berakhirnya Perang Iran-Irak. Staf Umum menyebut delapan tahun konflik tersebut sebagai bagian penting dalam sejarah Iran yang mencerminkan kemandirian, perjuangan melawan penindasan, serta keteguhan mereka yang mempertahankan negara dari agresi.
Para veteran perang disebut sebagai simbol keteguhan rakyat Iran. Warisan perjuangan mereka, menurut Staf Umum, telah berkembang dan diteruskan oleh generasi muda yang kini menghadapi Amerika Serikat sebagai kekuatan militer yang disebutnya paling lengkap persenjataannya di dunia.
Baca juga: DPD ABI Jaksel dan Ruqayah Foundation Rampungkan Persiapan Project Baksos Al Hasyr
Lembaga tersebut juga menyatakan rakyat Iran telah memberikan dukungan kepada angkatan bersenjata selama lebih dari 160 hari di tengah konflik dengan Amerika Serikat. Dukungan itu disebut mencerminkan keteguhan dalam menghadapi tekanan dan apa yang digambarkan sebagai kesewenang-wenangan kekuatan dominan yang dipimpin Washington.
Staf Umum menutup pernyataannya dengan kembali menyampaikan penghargaan kepada rakyat Iran atas keteguhan, kesabaran, dan daya tahan mereka. Lembaga itu menegaskan akan mempertahankan tuntutan tersebut hingga tercapai kekalahan total musuh Amerika-Israel di kawasan, terpenuhinya hak rakyat Iran, serta dipenuhinya tuntutan pemimpin Iran terhadap Amerika Serikat. []
Baca juga: Jurnalis AS: Masalah di USS Abraham Lincoln Terjadi di Seluruh Timur Tengah







