Internasional
Jurnalis AS: Masalah di USS Abraham Lincoln Terjadi di Seluruh Timur Tengah

Media ABI, 16 Agustus 2026 – Jurnalis Amerika Serikat Aaron Parnas mengatakan persoalan yang dialami pasukan AS tidak hanya terjadi di kapal induk USS Abraham Lincoln, tetapi juga meluas ke berbagai wilayah Asia Barat. Masalah tersebut mencakup keterbatasan makanan segar, kebutuhan kebersihan, kesehatan mental, serta masa penugasan yang lebih panjang dari jadwal semula.
Dalam wawancara dengan CNN, Parnas menanggapi laporan mengenai kondisi awak Abraham Lincoln yang menjalani penugasan dalam perang AS dengan Iran.
Menurut Fars News Agency pada Minggu (16/8/2026), Parnas mengatakan persoalan serupa terjadi di berbagai lokasi tempat pasukan AS bertugas.
“Menurut saya, ini bukan hanya satu kejadian. Kondisinya sama di seluruh kawasan dan tidak terbatas pada satu kapal. Personel di seluruh kawasan sedang mengalami penderitaan. Mereka kekurangan produk kebersihan dan makanan segar,” ujarnya.

Aaron Parnas mengatakan persoalan di USS Abraham Lincoln juga terjadi pada pasukan AS di berbagai wilayah Asia Barat.
Baca juga: Kondisi USS Abraham Lincoln Picu Kemarahan Kongres AS
Parnas, yang sebelumnya berprofesi sebagai pengacara, juga menyoroti kualitas makanan di kapal-kapal induk AS. Berdasarkan pengalamannya menangani perkara yang melibatkan narapidana, ia menyebut sebagian awak kapal menerima makanan yang bahkan lebih buruk.
“Saya pernah menjadi pengacara dan melihat narapidana yang mendapatkan makanan lebih baik daripada sebagian personel militer di kapal induk. Kondisinya sangat buruk,” katanya.
Sejumlah laporan sebelumnya menyebut keterbatasan pasokan makanan, persoalan sanitasi dan perpipaan, gangguan layanan surat, minimnya persinggahan di pelabuhan, serta penurunan moral awak Abraham Lincoln. Keluarga sejumlah awak juga menyampaikan kekhawatiran mengenai kondisi psikologis mereka.
“Menurut saya, bagian terburuk dari persoalan ini adalah kesehatan mental mereka yang terdampak. Banyak personel sudah lama terpisah dari keluarga,” ujar Parnas.
Abraham Lincoln semula dijadwalkan mengakhiri misi pada Mei. Namun hingga Agustus, kapal tersebut masih bertugas, meskipun kapal pengganti disebut akan segera tiba.
“Ini memang bagian dari pekerjaan mereka sampai batas tertentu. Namun untuk USS Abraham Lincoln, misi seharusnya berakhir pada Mei. Sekarang sudah Agustus dan misi itu belum selesai,” katanya.
Baca juga: Keluarga Awak USS Abraham Lincoln Khawatir Tapi Trump Tak Peduli
Sorotan tersebut muncul di tengah bantahan pemerintah AS. Menteri Pertahanan Pete Hegseth menyatakan laporan mengenai kondisi buruk kapal tidak menggambarkan keadaan secara akurat. Presiden Donald Trump juga menepis kekhawatiran keluarga awak dan mengatakan masa penugasan mereka belum cukup lama.
Parnas mengatakan keluarga melihat persoalan tersebut bukan sebagai isu politik, melainkan menyangkut kehidupan dan kesejahteraan anggota keluarga mereka.
“Ini bukan persoalan politik bagi kami. Mereka adalah anak-anak kami dan menyangkut kehidupan mereka,” ujarnya.
Menurut Parnas, personel militer juga tidak dapat dikategorikan berdasarkan afiliasi politik. Sebagian bahkan disebut memilih Trump dalam pemilu.
“Mereka bukan Republik maupun Demokrat. Mereka mengabdi kepada Angkatan Bersenjata Amerika Serikat,” katanya.
Ia memperingatkan bahwa ketidakjelasan batas waktu penugasan dapat memperpanjang tekanan terhadap pasukan dan keluarga mereka. Parnas merujuk pernyataan Hegseth mengenai kemungkinan blokade maritim terhadap Iran tanpa batas waktu.
Baca juga: Krisis di USS Abraham Lincoln, AS Kirim Kapal Induk Pengganti ke Timur Tengah
“Jika Anda mendengar pernyataan Pete Hegseth, dia mengatakan bahwa kemungkinan akan ada blokade maritim tanpa batas waktu di Iran. Jadi, kita bisa saja merotasi kapal-kapal selama dua tahun atau lebih,” kata Parnas.
Menurutnya, kondisi tersebut juga berpotensi memengaruhi perekrutan militer AS. Pemberitaan mengenai panjangnya penugasan dan kondisi awak kapal dinilainya dapat membuat generasi muda Amerika berpikir ulang untuk bergabung.
“Setiap anak muda Amerika yang melihat gambar dan mendengar cerita ini hari ini akan bertanya, mengapa mereka harus mendaftar? Kemungkinan besar angka perekrutan akan menurun dalam beberapa bulan mendatang jika perang terus berlangsung,” katanya.
Laporan mengenai Abraham Lincoln kini berkembang menjadi perdebatan di AS mengenai dampak penugasan militer berkepanjangan terhadap kesejahteraan pasukan. Reuters melaporkan Hegseth membantah laporan mengenai kondisi buruk di kapal tersebut, sementara USS George Washington dipersiapkan untuk menggantikannya. []
Baca juga: The Guardian Ungkap Krisis Kesehatan Mental Awak USS Abraham Lincoln







