Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

PBB Peringatkan Krisis Kemanusiaan di Taiz, Akses Bantuan Terputus

Published

on

PBB menyebut situasi di Kota Taiz, Yaman, mengkhawatirkan setelah pertempuran menutup seluruh akses jalan menuju kota tersebut.
PBB menyebut situasi di Kota Taiz, Yaman, mengkhawatirkan setelah pertempuran menutup seluruh akses jalan menuju kota tersebut.

Media ABI, 3 November 2026 – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan situasi di Yaman, khususnya di Kota Taiz, mengkhawatirkan. Juru Bicara PBB Stéphane Dujarric mengatakan seluruh jalan menuju kota tersebut ditutup akibat pertempuran, sehingga pasokan dan barang komersial tidak dapat masuk.

Baca juga: Ancaman Nuklir Iran dalam Kalkulasi Politik Trump

Dalam keterangannya kepada wartawan pada Senin (2/11) waktu setempat, Dujarric mendesak seluruh pihak yang bertikai untuk melindungi warga sipil dan infrastruktur sipil, menghormati hukum humaniter internasional, serta menjamin akses bantuan kemanusiaan yang aman, berkelanjutan, dan tanpa hambatan, termasuk pengiriman bantuan darurat ke Taiz, demikian menurut Kantor Berita IRNA pada Selasa (3/11/2026).

PBB Kecam Kematian Staf OHCHR

Dujarric juga menyampaikan kecaman Sekretaris Jenderal PBB atas kematian Mohammed al-Shami, staf Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR), yang ditahan di Yaman sejak 6 Juni 2024. Penyebab dan keadaan kematiannya belum diketahui secara jelas. Selama penahanan, PBB mengaku tidak pernah menerima informasi mengenai kondisi maupun kesehatan al-Shami, meskipun telah berulang kali mengajukan permintaan.

“Kami segera menindaklanjuti persoalan ini dan meminta pertanggungjawaban terkait keadaan kematian al-Shami,” ujar Dujarric. Sekretaris Jenderal PBB menuntut penyelidikan segera, imparsial, transparan, dan menyeluruh. PBB juga menyatakan keprihatinan mendalam atas keselamatan serta kondisi fisik dan psikologis 70 staf aktif, lima mantan staf PBB, serta para pekerja kemanusiaan dan personel masyarakat sipil yang masih ditahan secara sewenang-wenang. PBB kembali mendesak pembebasan segera dan tanpa syarat seluruh orang yang ditahan tersebut.

Baca juga: 

Perkembangan di Bab al-Mandab

Di luar situasi kemanusiaan di Taiz, IRNA menyoroti konflik Yaman dan perkembangan di Selat Bab al-Mandab, jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden. Laporan itu menyebut Arab Saudi memberlakukan blokade darat, udara, dan laut terhadap Yaman pada 2015, setelah melancarkan operasi militer di negara tersebut. Amerika Serikat disebut bergabung dalam blokade pada Oktober 2016, sebelum kemudian menyatakan telah menarik diri.

IRNA menyebut pihak di Sanaa memutuskan mengakhiri blokade pada 5 Juli 2026. Setelah keputusan itu, Arab Saudi dilaporkan membombardir Bandara Sanaa, yang kemudian dibalas oleh Angkatan Bersenjata Yaman.

Dalam perkembangan berikutnya, pasukan Yaman diklaim berhasil memukul mundur kelompok-kelompok bersenjata yang didukung Arab Saudi melalui serangkaian operasi, termasuk merebut kota pelabuhan bersejarah Al-Mokha dan kawasan pesisir strategis Kahbub di selatan Yaman. IRNA menilai keberhasilan tersebut memperkuat kendali Angkatan Bersenjata Yaman atas Selat Bab al-Mandab. Pasukan Yaman juga disebut merebut kembali sejumlah pulau strategis dari kelompok bersenjata yang didukung Arab Saudi, yang diklaim semakin memperkuat posisi mereka di jalur perairan tersebut. []

Baca juga: Iran Tetapkan Angkatan Laut dan Angkatan Udara Inggris sebagai Organisasi Teroris

Continue Reading
Click to comment

Tinggalkan Balasan