Internasional
Senator AS: Washington Kini Menjadi Tempat Kotor

Media ABI, 3 November 2026 – Senator Partai Demokrat dari Massachusetts, Elizabeth Warren, melontarkan kritik tajam terhadap sikap para senator Partai Republik dalam menyikapi tindakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ia menggambarkan Washington saat ini sebagai tempat yang sulit, menjengkelkan, dan kotor.
Baca juga: Mantan Laksamana Israel: Serangan Baru ke Iran Tak Ada Faedahnya
Dalam laporan Kantor Berita IRNA, Selasa (3/11/2026), yang mengutip situs Clash Report, Warren menyampaikan pernyataan tersebut saat berpidato dalam sebuah kampanye pemilihan.
“Washington hari-hari ini adalah tempat yang sulit, menjengkelkan, dan kotor,” ujar Warren.
Ia kemudian menyindir sikap pasif para senator Partai Republik terhadap tindakan Trump. Dengan nada satir, Warren menyebut Washington juga menjadi tempat terjadinya sebuah “keajaiban medis”, sesuatu yang menurutnya belum pernah terjadi di muka bumi.
Warren melanjutkan sindirannya dengan mengatakan bahwa seluruh senator Partai Republik seolah-olah telah menjalani operasi pengangkatan tulang belakang.
“Karena itu, satu-satunya hal yang bisa mereka lakukan adalah menundukkan kepala di hadapan Trump,” katanya.
Baca juga:
- Araghchi: Iran Siap Perang dan Diplomasi, Pilihan Ada di Tangan AS
- Arab Saudi Tak Bisa Membeli Kemenangan di Yaman
- Iran Tetapkan Angkatan Laut dan Angkatan Udara Inggris sebagai Organisasi Teroris
Sebelumnya, Warren juga mengkritik kebijakan Trump terhadap Iran yang dinilainya berorientasi pada perang. Dalam unggahan di akun pribadinya di platform media sosial X, yang sebelumnya bernama Twitter, Warren menyebut sedikitnya 23 personel militer AS telah tewas dan lebih dari 45 miliar dolar AS uang pembayar pajak telah dihabiskan selama perang tersebut.
Ia mempertanyakan hasil yang telah dicapai dalam konflik itu maupun kepastian waktu berakhirnya perang.
“Tampaknya tidak ada seorang pun yang bisa menjelaskan apa yang telah dicapai melalui perang ini dan kapan perang tersebut akan berakhir,” tulis Warren.
Ia menambahkan, konflik tersebut telah mendekati delapan bulan. []
Baca juga: Ancaman Nuklir Iran dalam Kalkulasi Politik Trump







