Internasional
Trump Khawatir Perang dengan Iran Berubah Menjadi Perang Vietnam

Media ABI, 3 November 2026 – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan kekhawatirannya bahwa perang dengan Iran dapat berkembang menjadi konflik berkepanjangan seperti Perang Vietnam. Kekhawatiran itu muncul di tengah pernyataan berulang dari pemerintahannya bahwa perang tersebut akan segera berakhir.
Baca juga: Pakar AS: Tekanan Militer Berisiko Mengubah Doktrin Nuklir Iran
Kantor Berita Fars melaporkan pada Selasa (3/11/2026) bahwa Trump mengatakan dirinya tidak ingin perang yang sedang berlangsung dengan Iran berubah menjadi konflik jangka panjang seperti Perang Vietnam.
Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Menurut Fars, Washington semula memperkirakan pemerintahan Iran akan runtuh dalam hitungan hari, sementara negara itu terancam terpecah.
Namun, perkembangan konflik kemudian menghadapkan pemerintahan Trump pada situasi yang digambarkan Fars sebagai mimpi buruk: serangan Iran terhadap pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan dan penutupan Selat Hormuz.
Baca juga:
- Para Miliarder Berebut Pengaruh dalam Pemilu Sela Kongres AS
- The Atlantic: Trump Siapkan Hegseth sebagai Kambing Hitam
- Fox News Prediksi Partai Republik Bakal Kehilangan Mayoritas di Kongres
Fars menyebut Amerika Serikat telah mengerahkan kekuatan laut dan udaranya untuk membuka kembali selat strategis tersebut. Namun, kondisi jalur pelayaran itu, menurut laporan tersebut, belum kembali seperti sebelum perang.
Dalam pernyataan selanjutnya, Trump mengklaim Iran menginginkan kesepakatan. Ia mengatakan masih perlu dilihat apakah kesepakatan tersebut dapat terwujud.
Sementara itu, Iran berulang kali menegaskan bahwa Selat Hormuz tidak akan dibuka sebelum tujuh syarat yang telah diumumkannya terpenuhi. []
Baca juga: Pasukan AS di Timur Tengah Khawatir Perang dengan Iran Kembali Pecah







