Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Sejumlah Penerbangan ke Bandara King Fahd Dihentikan

Published

on

Bandara Internasional King Fahd di Dammam, Arab Saudi. Bandara tersebut kembali dilaporkan menghentikan aktivitas penerbangan di tengah eskalasi konflik regional. Foto arsip/IRNA.
Bandara Internasional King Fahd di Dammam, Arab Saudi. Bandara tersebut kembali dilaporkan menghentikan aktivitas penerbangan di tengah eskalasi konflik regional. Foto arsip/IRNA.

Media ABI, 1 November 202– Penerbangan di Bandara Internasional King Fahd, Dammam, Arab Saudi, kembali dihentikan. Jaringan televisi Almasirah Yaman melaporkan, sejumlah pesawat terpaksa berputar-putar di udara setelah aktivitas penerbangan di bandara tersebut terganggu.

Kantor Berita IRNA, dalam laporan Sabtu malam (31/10), mengutip pemberitaan breaking news Almasirah yang merujuk pada situs pemantau penerbangan Flightradar, menyebut operasional penerbangan di bandara tersebut kembali ditangguhkan.

Sejumlah media Arab lainnya mengaitkan penghentian aktivitas bandara dengan serangan Yaman. Menurut laporan tersebut, tidak ada pesawat yang mendarat maupun lepas landas selama sekitar 66 menit.

Baca juga: 

Eskalasi Konflik Yaman

Arab Saudi memberlakukan blokade darat, udara, dan laut terhadap Yaman pada 2015, setelah melancarkan intervensi militer di negara itu. Amerika Serikat bergabung dalam blokade pada Oktober 2016, sebelum kemudian menyatakan telah menarik diri dari kebijakan tersebut.

Pada 5 Juli 2026, Sana’a memutuskan untuk mengakhiri blokade. Arab Saudi kemudian membombardir Bandara Sana’a, yang dibalas oleh Angkatan Bersenjata Yaman.

Dalam operasi-operasi berikutnya, pasukan Yaman dilaporkan berhasil memukul mundur kelompok bersenjata yang didukung Arab Saudi dan merebut sejumlah wilayah strategis, termasuk kota pelabuhan bersejarah Al-Mokha serta kawasan pesisir strategis Kahbub di selatan Yaman.

Perkembangan tersebut memperkuat kendali militer Yaman atas Selat Bab al-Mandab, salah satu jalur pelayaran strategis dunia. Pasukan Yaman juga dilaporkan merebut kembali sejumlah pulau strategis dari kelompok bersenjata yang didukung Arab Saudi, memperkuat posisi mereka di jalur pelayaran tersebut. []

Baca juga: Ayatullah Mojtaba Perintahkan Respons Militer Iran Tanpa Batas Geografis