Internasional
UEA Akan Hadapi Skenario Terburuk jika Perang Iran Kembali Pecah

Media ABI, 3 November 2026 – Uni Emirat Arab (UEA) dikabarkan tengah mempersiapkan diri menghadapi skenario terburuk jika perang kembali pecah di kawasan. Laporan media analitis berbahasa Ibrani, Netsoveh, yang dikutip Kantor Berita Tasnim pada Selasa (3/11/2026), menyebut pemerintah UEA mengantisipasi berbagai kemungkinan di tengah meningkatnya ketegangan regional.
Media tersebut menilai UEA termasuk negara yang paling mengkhawatirkan kemungkinan berlanjutnya eskalasi militer, terutama karena perang baru berpotensi menghancurkan infrastruktur strategisnya.
Baca juga: Ehud Barak: Perang Baru dengan Iran Bisa Memperkuat Teheran
Anwar Gargash, penasihat Presiden UEA, disebut membayangkan skenario terburuk berupa runtuhnya upaya diplomatik dan pecahnya konflik militer terbuka, langsung, dan berskala luas antara Amerika Serikat beserta sekutunya di satu pihak dan Iran di pihak lain. Kekhawatiran itu mencerminkan ancaman eskalasi di berbagai front yang dinilai dapat mengguncang stabilitas kawasan Teluk.
Selat Hormuz dan Infrastruktur Strategis Jadi Kekhawatiran
Salah satu risiko utama dalam skenario tersebut adalah penutupan atau gangguan serius terhadap lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz. Menurut laporan itu, situasi demikian dapat melumpuhkan arus energi dan perdagangan global, sekaligus menimbulkan tekanan besar bagi UEA dan negara-negara Teluk lainnya.
Ancaman lain adalah kemungkinan serangan langsung Iran terhadap infrastruktur strategis UEA, termasuk fasilitas vital, pembangkit listrik, dan pelabuhan yang disebut dimanfaatkan oleh pasukan militer AS. Media tersebut menyatakan serangan terhadap sasaran semacam ini pernah terjadi dalam skala terbatas dan memperkirakan dampaknya dapat jauh lebih besar apabila perang kembali berkobar.
Laporan itu juga menyebut UEA menggunakan sistem pertahanan udara THAAD buatan AS serta sistem pertahanan Israel di wilayahnya. Namun, media tersebut meragukan kemampuan sistem-sistem itu dalam menghadapi rudal Iran.
Baca juga:
- Ancaman Nuklir Iran dalam Kalkulasi Politik Trump
- Menhan Iran Siap Jalankan Arahan Ayatullah Mojtaba Khamenei
- Pasukan AS di Timur Tengah Khawatir Perang dengan Iran Kembali Pecah
Abu Dhabi Mengutamakan Diplomasi
Di tengah risiko tersebut, pemerintah Abu Dhabi disebut memilih menahan diri secara diplomatik dan tidak terlibat dalam serangan. Menurut analisis media itu, sasaran utama UEA tetap mendorong kembalinya para pihak ke meja perundingan guna mencapai penyelesaian politik.
Sikap tersebut, sebagaimana digambarkan dalam laporan, mencerminkan kekhawatiran bahwa perang baru tidak hanya akan memperbesar ancaman terhadap keamanan UEA, tetapi juga menyeret negara-negara Teluk ke dalam konflik regional yang lebih luas.
Meski demikian, gambaran mengenai kesiapan UEA, efektivitas sistem pertahanan, potensi serangan terhadap infrastrukturnya, serta sikap Abu Dhabi dalam menghadapi kemungkinan perang merupakan informasi dan penilaian yang bersumber dari laporan media Israel. Klaim-klaim tersebut tidak dengan sendirinya merupakan konfirmasi resmi pemerintah UEA maupun verifikasi independen. []
Baca juga: Iran Tetapkan Angkatan Laut dan Angkatan Udara Inggris sebagai Organisasi Teroris







