Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Rincian Prosesi Pelepasan dan Pemakaman Imam Mujahid Syahid Ayatullah Khamenei

Published

on

Eiman Attarzadeh, juru bicara Panitia Peringatan Wafat Syahid Ayatullah Agung Sayyid Ali Hosseini Khamenei, menyampaikan rincian terbaru prosesi pelepasan, pengantaran jenazah, dan pemakaman yang akan berlangsung di Teheran, Qom, Najaf, Karbala, dan Mashhad.
Eiman Attarzadeh, juru bicara Panitia Peringatan Wafat Syahid Ayatullah Agung Sayyid Ali Hosseini Khamenei, menyampaikan rincian terbaru prosesi pelepasan, pengantaran jenazah, dan pemakaman yang akan berlangsung di Teheran, Qom, Najaf, Karbala, dan Mashhad. (Foto: Mehrnews Agency)

Ahlulbait Indonesia, 22 Juni 2026 — Juru Bicara Panitia Peringatan Wafat Syahid Imam Mujahid, Ayatullah Agung Sayyid Ali Hosseini Khamenei, mengungkap rincian terbaru mengenai rangkaian acara pelepasan, pengantaran jenazah, dan pemakaman yang akan digelar dalam beberapa hari mendatang.

Menurut laporan Fars News Agency pada Senin (22/6/2026), rincian tersebut disampaikan oleh Eiman Attarzadeh dalam konferensi pers perdana Panitia Peringatan Wafat Syahid Ayatullah Agung Khamenei yang digelar di Serambi Keshvardoust, Teheran.

Attarzadeh menjelaskan berbagai program dan persiapan yang telah dilakukan panitia untuk mengenang sosok “Imam Mujahid Syahid”, “Pemimpin Syahid Revolusi Islam”, dan “Syahid Iran”.

Mengapa Prosesi Pelepasan Ditunda?

Attarzadeh mengatakan bahwa salah satu pertanyaan yang banyak diajukan masyarakat adalah alasan penundaan pelaksanaan prosesi pelepasan, pengantaran jenazah, dan pemakaman yang baru akan dilaksanakan lebih dari seratus hari setelah syahadah Ayatullah Ali Khamenei.

Baca juga: Seruan “Ya Husain” Menggema di Tengah Gemerlap Pencakar Langit New York

Menurutnya, persiapan penyelenggaraan acara sebenarnya telah dimulai sejak hari-hari pertama setelah syahadah beliau, termasuk ketika almarhum Syahid Ali Larijani masih menjabat sebagai Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.

Ia menyebutkan bahwa berbagai persiapan teknis untuk pelaksanaan acara di Musala Teheran telah dilakukan. Namun, menurut panitia, kondisi perang serta serangan yang mereka sebut dilakukan oleh musuh Amerika-Zionis terhadap Iran membuat pelaksanaan acara harus ditunda demi menjaga keselamatan, keamanan, dan kenyamanan masyarakat.

Attarzadeh menambahkan bahwa panitia beberapa kali menyusun kembali jadwal pelaksanaan acara sebelum akhirnya menetapkan waktu yang dinilai paling tepat dengan mempertimbangkan seluruh aspek keamanan dan logistik.

“Harus Bangkit” Menjadi Slogan Acara

Attarzadeh mengumumkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan akan diselenggarakan dengan nama resmi “Prosesi Pelepasan Syahid Iran”.

Menurut panitia, slogan utama acara adalah “Boyad Barghast” (Harus Bangkit) dengan simbol kepalan tangan yang menggenggam erat sebagai lambang keteguhan dan perlawanan.

Ia menjelaskan bahwa simbol tersebut terinspirasi dari laporan mengenai kondisi tangan kiri Ayatullah Khamenei saat jenazah beliau diziarahi setelah syahadahnya.

Untuk masyarakat internasional, khususnya dunia Arab dan kawasan perlawanan, panitia juga menetapkan slogan “Qumu Lillah” (Bangkitlah karena Allah) sebagai slogan pendamping kegiatan.

Menurut Attarzadeh, slogan tersebut merupakan kelanjutan dari gagasan Qiyam Lillah yang menjadi salah satu tema utama dalam pesan-pesan terakhir pemimpin Revolusi Islam Iran.

Prosesi Dimulai 4 Juli 2026

Panitia mengumumkan bahwa rangkaian resmi pelepasan, pengantaran jenazah, dan pemakaman Ayatullah Agung Syahid Sayyid Ali Hosseini Khamenei akan dimulai pada Sabtu, 4 Juli 2026 (13 Tir 1405 kalender Iran) yang bertepatan dengan 19 Muharam.

Prosesi penghormatan dan perpisahan dengan jenazah akan berlangsung selama dua hari di Musala Besar Imam Khomeini, Teheran.

Baca juga: Lima Poin Penting dalam Pernyataan Penutup Putaran Pertama Perundingan Swiss

Menurut panitia, salat jenazah akan diselenggarakan di Teheran, Qom, dan Mashhad. Rincian lokasi dan pelaksana salat jenazah akan diumumkan dalam pemberitahuan berikutnya.

Adapun prosesi pengantaran jenazah di Teheran dijadwalkan berlangsung pada Senin, 6 Juli 2026 (15 Tir 1405).

Dimakamkan Bersama Empat Anggota Keluarga

Attarzadeh menyatakan bahwa prosesi tersebut juga akan disertai pengantaran jenazah empat anggota keluarga Ayatullah Ali Khamenei yang turut syahid dalam serangan yang sama.

Mereka adalah Syahid Dr. Misbah al-Huda Baqeri, menantu Ayatullah Khamenei; Syahidah Sayyidah Boshra Hosseini Khamenei, putri beliau; Syahidah Zahra Haddad Adel, menantu keluarga Khamenei; dan Syahidah Zahra Mohammadi Golpayegani, cucu Ayatullah Khamenei.

Menurut panitia, keempat jenazah tersebut akan turut diantar bersama jenazah Ayatullah Khamenei di Teheran, Qom, dan Mashhad.

Prosesi Juga Digelar di Najaf dan Karbala

Attarzadeh mengatakan bahwa pada Selasa, 7 Juli 2026 (16 Tir 1405) prosesi pengantaran jenazah akan dilaksanakan di Kota Qom dan salat jenazah juga akan diselenggarakan di kota tersebut.

Ia menambahkan bahwa pada hari berikutnya prosesi serupa akan digelar di Najaf dan Karbala sebagai respons atas permintaan berbagai kalangan di Irak, termasuk para ulama, tokoh suku, akademisi, serta tokoh politik, budaya, dan agama yang ingin memberikan penghormatan kepada Ayatullah Khamenei.

Menurutnya, rincian waktu dan lokasi pelaksanaan prosesi di Irak akan diumumkan oleh pemerintah Irak.

Baca juga: Delegasi Iran Tinggalkan Perundingan Swiss sebagai Protes atas Ancaman Trump

Pemakaman di Mashhad

Panitia menyatakan bahwa pada Kamis, 9 Juli 2026 (18 Tir 1405) yang bertepatan dengan 24 Muharam, prosesi pengantaran jenazah akan dilaksanakan di Kota Mashhad.

Setelah prosesi tersebut selesai, pemakaman Ayatullah Khamenei dijadwalkan berlangsung pada malam syahadah Imam Sajjad a.s. di Kompleks Makam Suci Imam Ridha a.s. di Mashhad.

Penghormatan dari Tokoh Internasional

Attarzadeh juga mengumumkan rencana penyelenggaraan acara khusus untuk memberikan penghormatan kepada jenazah Ayatullah Khamenei yang akan dihadiri para pejabat negara, tokoh politik, ulama, akademisi, serta tokoh gerakan dan organisasi dari berbagai negara.

Menurutnya, rincian waktu dan tempat pelaksanaan acara tersebut akan diumumkan kemudian oleh Kementerian Luar Negeri Iran.

Panitia berharap acara tersebut dapat dihadiri oleh para pemimpin politik, pejabat negara, mantan pejabat pemerintahan, tokoh budaya, ilmuwan, ulama, serta tokoh-tokoh perlawanan dari berbagai negara.

Panitia Nasional Dibentuk

Attarzadeh menjelaskan bahwa sejak hari-hari pertama setelah syahadah Ayatullah Khamenei, pemerintah Iran telah membentuk panitia nasional untuk mengoordinasikan seluruh rangkaian kegiatan.

Menurutnya, panitia tersebut dipimpin oleh Wakil Presiden Pertama Iran dan terdiri atas empat kelompok kerja utama yang menangani bidang infrastruktur, keamanan, hubungan internasional, serta budaya dan media.

Ia juga mengatakan bahwa pelaksanaan prosesi di Teheran, Qom, dan Mashhad akan dikoordinasikan oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) bersama pemerintah daerah dan berbagai lembaga negara.

Attarzadeh menegaskan bahwa penyelenggaraan acara tersebut bersifat berbasis masyarakat dan melibatkan seluruh kemampuan negara guna memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Iran maupun para pelayat dari berbagai negara yang akan menghadiri prosesi tersebut.

Program Budaya dan Seni Sedang Disiapkan

Attarzadeh selanjutnya menyatakan bahwa terdapat satu hal yang ingin ia sampaikan meskipun penjelasan lebih rinci mengenai hal tersebut akan diumumkan pada kesempatan berikutnya.

Menurutnya, di samping berbagai upaya, pekerjaan infrastruktur, perencanaan, penyediaan fasilitas, serta koordinasi untuk penyambutan, akomodasi, pelayanan, dan penghormatan kepada para pelayat Ayatullah Khamenei, panitia juga tengah menyiapkan serangkaian program budaya dan seni khusus yang akan digelar bertepatan dengan penyelenggaraan prosesi tersebut.

Ia menambahkan bahwa berbagai kelompok masyarakat, majelis-majelis keagamaan, masjid, husainiyah, dan organisasi-organisasi sosial juga turut berpartisipasi dalam persiapan acara. Rincian program budaya dan seni tersebut, menurutnya, akan diumumkan secara khusus pada pekan mendatang.

Apresiasi kepada Masyarakat dan Berbagai Pihak

Attarzadeh kemudian menyampaikan apresiasi kepada berbagai kalangan yang selama ini terlibat dalam persiapan penyelenggaraan acara.

Ia mengucapkan terima kasih kepada rakyat Iran yang, menurutnya, selama lebih dari seratus hari sejak syahadah Ayatullah Khamenei terus menunjukkan kesetiaan dan dukungan mereka melalui berbagai kegiatan dan kehadiran di ruang-ruang publik.

Menurut Attarzadeh, masyarakat Iran merupakan pihak yang akan memainkan peran utama dalam prosesi penghormatan, pengantaran jenazah, dan pemakaman yang akan datang.

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada para aktivis budaya dan sosial, seniman, kalangan intelektual, kelompok-kelompok kerelawanan, serta berbagai organisasi masyarakat yang selama lebih dari seratus hari terakhir terlibat dalam persiapan acara.

Baca juga: Lebanon Berdarah, 29 Orang Tewas dalam Serangan Israel di Nabatieh dan Bekaa

Menurutnya, kontribusi tersebut mencakup penyelenggaraan kampanye-kampanye masyarakat secara mandiri, pelayanan kepada para pelayat, pendirian pos-pos pelayanan di jalan dan lapangan umum, serta kesiapan untuk menyambut para pelayat yang diperkirakan akan datang dalam jumlah besar.

Attarzadeh juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Iran dan berbagai lembaga eksekutif yang disebutnya telah bekerja secara intensif guna memastikan penyelenggaraan acara berlangsung dengan baik.

Selain itu, ia menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Irak, marja’iyah, para ulama, tokoh masyarakat, suku-suku, kalangan intelektual, serta tokoh politik Irak yang selama beberapa waktu terakhir mengajukan permohonan agar prosesi penghormatan kepada Ayatullah Khamenei dapat diselenggarakan di Karbala dan Najaf.

Menurutnya, setelah memperoleh persetujuan yang diperlukan, program tersebut akhirnya dapat direalisasikan dan panitia menyampaikan penghargaan atas kesediaan masyarakat Irak menjadi tuan rumah bagi penyelenggaraan prosesi tersebut.

Attarzadeh juga menyampaikan apresiasi kepada para pendukung dan pecinta Ayatullah Khamenei di berbagai negara, khususnya di India, Kashmir, Pakistan, Turki, dan sejumlah kawasan lain yang menyelenggarakan berbagai kegiatan penghormatan secara mandiri sejak kabar syahadah beliau diumumkan.

Menutup keterangannya, Attarzadeh kembali menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Iran, para pendukung Ayatullah Khamenei, insan media, para jurnalis yang hadir dalam konferensi pers, serta seluruh pihak yang berperan dalam pemberitaan dan penyebarluasan informasi mengenai rangkaian acara tersebut melalui media nasional, media cetak, media digital, maupun media internasional.

Hingga berita ini diturunkan, rincian jadwal, lokasi, dan rangkaian prosesi yang diumumkan dalam konferensi pers tersebut masih bersumber dari Panitia Peringatan Wafat Syahid Ayatullah Agung Sayyid Ali Hosseini Khamenei. Panitia menyatakan informasi teknis lebih lanjut mengenai rute prosesi, pelaksanaan salat jenazah, serta kehadiran delegasi internasional akan diumumkan pada hari-hari mendatang melalui saluran resmi yang telah ditunjuk. []

Baca juga: Loyalitas kepada Wilayatul Faqih Terwujud dalam Kepatuhan Praktis kepada Pemimpin