Internasional
Lima Poin Penting dalam Pernyataan Penutup Putaran Pertama Perundingan Swiss

Ahlulbait Indonesia, 22 Juni 2026 — Komite Media Tim Perunding “Minab 168” merilis lima poin yang disebut sebagai hasil dan kesepakatan putaran pertama perundingan Swiss melalui pernyataan penutup dialog di Bürgenstock.
Menurut laporan Farsnews Agency pada Senin (22/6/2026), komite tersebut mempublikasikan lima poin utama yang disebut menjadi hasil penting dari putaran pertama perundingan.
Pertama, komite mengklaim bahwa berkat desakan delegasi Iran, gencatan senjata yang rapuh di Lebanon masih dapat dipertahankan sejak Sabtu sore. Untuk mendukung stabilitas tersebut, akan dibentuk mekanisme pengawasan bernama “Unit Pengendalian Konflik” yang melibatkan Iran.
Baca juga: Menlu Pakistan Ungkap Perkembangan Terbaru Perundingan Iran-AS
Menurut pernyataan itu, pembentukan mekanisme tersebut akan menempatkan Republik Islam Iran secara resmi dalam pengaturan keamanan Lebanon. Komite juga menilai langkah tersebut bertolak belakang dengan upaya Amerika Serikat dalam beberapa bulan terakhir yang disebut berusaha mengurangi peran Iran dalam dinamika Lebanon. Dalam mekanisme tersebut, Israel disebut tidak memiliki peran maupun kedudukan.
Kedua, terkait pengelolaan Selat Hormuz, komite menyatakan akan dibentuk jalur komunikasi khusus guna menjamin pembukaan kembali jalur pelayaran secara bertahap. Melalui mekanisme itu, pihak-pihak yang menghadapi kendala dalam implementasi kesepakatan dapat langsung berkoordinasi dengan Iran.
Menurut komite, pengaturan tersebut menunjukkan pengakuan terhadap kedaulatan Iran dalam pengelolaan Selat Hormuz.
Ketiga, tiga kelompok kerja yang membahas isu nuklir, sanksi, dan mekanisme pengawasan akan mulai bekerja setelah pelaksanaan Pasal 13 nota kesepahaman. Pasal tersebut mencakup penghentian tembak-menembak di seluruh front konflik, khususnya di Lebanon, dimulainya pelonggaran blokade laut, pembebasan aset-aset Iran yang dibekukan, serta penerbitan dokumen pencabutan sanksi terhadap sektor minyak, petrokimia, dan produk turunannya.
Komite menegaskan bahwa Iran tidak akan memasuki tahap akhir perundingan sebelum ketentuan dalam pasal tersebut mulai dijalankan.
Keempat, dalam putaran perundingan ini juga ditandatangani nota kesepahaman antara Iran dan Qatar terkait proses pembebasan aset-aset Iran yang dibekukan di luar negeri.
Baca juga: Delegasi Iran Tinggalkan Perundingan Swiss sebagai Protes atas Ancaman Trump
Kelima, berdasarkan Pasal 10 nota kesepahaman, Kantor Pengawasan Aset Asing (OFAC) Kementerian Keuangan Amerika Serikat disebut telah menerbitkan dokumen pencabutan sanksi terhadap sektor minyak, petrokimia, dan produk turunannya untuk jangka waktu 60 hari.
Menurut komite, langkah tersebut memungkinkan Iran kembali menjual minyak secara resmi kepada para pelanggannya dan menerima pembayaran melalui mekanisme perbankan resmi yang dikelola Bank Sentral Iran.
Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat pernyataan resmi dari pemerintah Iran, Amerika Serikat, Qatar, maupun pihak-pihak lain yang disebut dalam pernyataan tersebut untuk mengonfirmasi secara rinci isi kesepakatan yang dipublikasikan Komite Media Tim Perunding “Minab 168”. Sejumlah poin yang disampaikan, termasuk terkait peran Iran di Lebanon, pengelolaan Selat Hormuz, pembebasan aset Iran yang dibekukan, serta pencabutan sanksi sektor energi, sejauh ini masih bersumber dari pernyataan komite tersebut dan belum dapat diverifikasi secara independen melalui pengumuman resmi para pihak yang terlibat dalam perundingan Swiss. []
Baca juga: Ancaman Trump Hentikan Perundingan Swiss, Kelanjutan Negosiasi Masih Belum Jelas







