Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Qalibaf: Akar Krisis Kawasan adalah Israel, Dunia Islam Harus Bangun Tatanan Baru

Published

on

Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf dan Ketua Parlemen Turki Numan Kurtulmus bertemu di sela Sidang PUIC di Baku. (Foto: Fars News Agency)
Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf dan Ketua Parlemen Turki Numan Kurtulmus bertemu di sela Sidang PUIC di Baku. (Foto: Fars News Agency)

Ahlulbait Indonesia, 24 Juni 2026 — Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf menyerukan negara-negara Asia Barat dan dunia Islam untuk membangun tatanan kawasan baru yang bertumpu pada kekuatan rakyat, sumber daya, dan kapasitas internal mereka sendiri. Menurutnya, perang terbaru telah memperlihatkan melemahnya dominasi Amerika Serikat sekaligus menegaskan bahwa Israel menjadi sumber utama instabilitas di kawasan.

Pernyataan itu disampaikan Qalibaf saat menerima Ketua Parlemen Turki Numan Kurtulmus di sela-sela Sidang ke-20 Persatuan Parlemen Negara-Negara Islam (PUIC) di Baku, Azerbaijan, Rabu (24/6), sebagaimana dilaporkan Fars News Agency.

Baca juga: Tantang Dominasi Starlink, Iran Bangun Jaringan Satelit Nasional Syahid Soleimani

Qalibaf menyampaikan apresiasi atas sikap Turki yang mengecam serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran serta dukungannya kepada Republik Islam selama konflik berlangsung.

Menurut Qalibaf, skala pemboman yang terjadi selama perang bahkan melampaui sejumlah konflik besar dalam sejarah kontemporer. Namun, menurutnya, perlawanan militer Iran dan mobilisasi masyarakat berhasil menggagalkan tujuan yang ingin dicapai Amerika Serikat dan Israel.

“Kini telah menjadi jelas bahwa akar berbagai krisis di kawasan adalah rezim Zionis. Pada saat yang sama, perang ini memperlihatkan runtuhnya citra kekuatan Amerika yang selama ini dibangun. Karena itu, negara-negara Asia Barat dan dunia Islam harus membangun tatanan baru yang bertumpu pada kemampuan, sumber daya, dan rakyat mereka sendiri,” kata Qalibaf.

Ia juga menyampaikan penghargaan atas kerja sama Turki dalam menghadapi kelompok-kelompok bersenjata yang disebut mendapat dukungan dari Israel dan Amerika Serikat. Dalam pertemuan tersebut, Qalibaf mendorong penguatan hubungan parlemen kedua negara, perluasan kerja sama ekonomi, serta peningkatan koordinasi keamanan.

Sementara itu, Ketua Parlemen Turki Numan Kurtulmus menegaskan bahwa Ankara sejak awal berupaya mendukung berbagai inisiatif mediasi untuk menghentikan konflik dan mendorong penyelesaian diplomatik.

Baca juga: Netanyahu: Saya Menjalani 10 Tahun Neraka

Menurut Kurtulmus, perang yang dilancarkan terhadap Iran tidak memiliki dasar yang dapat dibenarkan menurut hukum internasional.

Ia juga menyampaikan belasungkawa atas jatuhnya korban sipil selama perang, termasuk para pelajar yang menjadi korban dalam serangan terhadap Sekolah Syajarah Thayyibah di Minab.

“Kami berdiri bersama pemerintah dan rakyat Iran. Anggaplah Turki sebagai bagian dari duka yang dirasakan bangsa Iran,” ujarnya.

Kurtulmus menambahkan bahwa persoalan Gaza dan pendudukan wilayah Lebanon oleh Israel tidak boleh dikesampingkan dalam pembahasan masa depan kawasan. Menurutnya, penyelesaian kedua isu tersebut merupakan syarat penting bagi terciptanya perdamaian yang berkelanjutan di Timur Tengah.

Ia menilai Iran dan Turki memiliki pandangan yang sejalan mengenai pentingnya menghentikan agresi Israel serta menjaga stabilitas kawasan melalui kerja sama negara-negara regional.

Pertemuan tersebut berlangsung di tengah meningkatnya dinamika geopolitik kawasan pascaperang dan menguatnya dorongan sejumlah negara regional untuk memperluas kerja sama politik, ekonomi, dan keamanan tanpa bergantung pada kekuatan eksternal. []

Baca juga: Qalibaf: MoU Islamabad Berubah Menjadi Deklarasi Kekalahan Amerika