Internasional
IRGC Tolak Jalur Pelayaran Baru di Selat Hormuz, Kapal Wajib Gunakan Rute Resmi Iran

Ahlulbait Indonesia, 25 Juni 2026 — Situs resmi Sepah News pada Kamis (25/6/2026) melaporkan bahwa Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC Navy) mengeluarkan peringatan resmi menyusul pengumuman jalur pelayaran baru di Selat Hormuz yang diterbitkan tanpa pemberitahuan dan koordinasi dengan Republik Islam Iran. Menurut IRGC, jalur tersebut tidak dapat diterima, berbahaya, dan tidak diakui oleh Iran.
Dalam pernyataannya, Angkatan Laut IRGC menegaskan bahwa satu-satunya rute pelayaran yang sah untuk melintasi Selat Hormuz adalah jalur yang telah ditetapkan dan diumumkan oleh Republik Islam Iran. Seluruh kapal diminta mematuhi koridor pelayaran tersebut guna menjamin keselamatan navigasi.
Baca juga: Qalibaf: Akar Krisis Kawasan adalah Israel, Dunia Islam Harus Bangun Tatanan Baru
“Rute yang diumumkan oleh sejumlah pihak tanpa koordinasi dengan Republik Islam Iran tidak dapat diterima dan sepenuhnya berbahaya,” demikian bunyi pernyataan yang dipublikasikan Sepah News.
IRGC juga memperingatkan bahwa pelayaran di luar jalur resmi merupakan tindakan yang berisiko tinggi dan dilarang. Seluruh kapal, baik kapal niaga maupun jenis lainnya, diminta tidak melintasi koridor yang berada di luar rute yang telah ditetapkan pemerintah Iran.
Selain itu, Angkatan Laut IRGC mewajibkan setiap kapal yang akan melintasi Selat Hormuz melakukan koordinasi melalui kanal komunikasi maritim VHF Channel 16 sebelum memasuki kawasan selat. Ketentuan tersebut disebut sebagai prosedur yang wajib dipatuhi seluruh pelayaran.
IRGC menegaskan akan mengambil tindakan terhadap kapal yang mengabaikan ketentuan tersebut dan tetap berlayar di luar jalur resmi yang telah ditetapkan.
Peringatan ini disampaikan di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap keamanan Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu koridor utama distribusi minyak dan gas dari kawasan Teluk Persia ke pasar internasional. []
Baca juga: Tantang Dominasi Starlink, Iran Bangun Jaringan Satelit Nasional Syahid Soleimani







