Internasional
Perang Iran Mencekik Trump, Washington Mulai Cari Jalan Keluar

Ahlulbait Indonesia, 11 Agustus 2026 — CNN, mengutip sejumlah analis, melaporkan bahwa memasuki bulan keenam perang dengan Iran, tekanan domestik dan menyusutnya persediaan persenjataan semakin mempersempit ruang gerak Washington untuk melanjutkan perang. Kondisi tersebut mendorong Amerika Serikat semakin kuat mencari jalan untuk mengakhiri konflik.
Menurut laporan Fars News Agency pada Minggu (10/8/2026), David Sanger, analis politik dan keamanan nasional CNN, menilai Donald Trump kini berupaya mencari berbagai cara untuk membuka kembali Selat Hormuz, menyatakan kemenangan, dan mengakhiri perang dengan Iran.
Baca juga: Iran Tetapkan Enam Syarat kepada AS untuk Buka Selat Hormuz
Dalam analisisnya, Sanger mengatakan Iran juga memahami bahwa Presiden Amerika Serikat sedang mencari jalan keluar dari perang.
“Amunisi Amerika Serikat semakin menipis, pilihannya semakin sedikit, dan pada dasarnya kesabarannya telah habis,” kata Sanger.
Sanger juga menyoroti tekanan domestik dan menurunnya dukungan terhadap perang di Amerika Serikat. Menurutnya, perang dengan Iran bahkan tidak memperoleh dukungan kuat di kalangan sesama anggota Partai Republik, partai yang menaungi Trump.
Menurut laporan tersebut, dalam beberapa pekan terakhir, Jenderal Dan Caine, pejabat militer senior Trump, secara tegas menyampaikan dalam pembicaraan pribadi dengan para penasihat lain Presiden Amerika Serikat bahwa Washington harus menemukan jalan untuk keluar dari perang dengan Iran.
Baca juga: Pakar CSIS: Kekuatan Siber Iran Menjadi “Selat Kedua”
Purnawirawan Angkatan Udara Amerika Serikat, Kolonel Cedric Leighton, juga mengatakan kepada CNN bahwa “sejumlah besar orang dalam pemerintahan” Trump memiliki pandangan serupa dan meyakini perang dengan Iran harus diakhiri.
Leighton menambahkan bahwa dari sisi militer, penurunan persediaan amunisi yang dibutuhkan untuk mempertahankan pasukan Amerika Serikat juga berdampak signifikan terhadap kemampuan Washington melanjutkan operasi militer. Kondisi tersebut mencakup menyusutnya persediaan rudal untuk sistem pertahanan Patriot dan THAAD. []
Baca juga: Stok Rudal AS Menipis, Pentagon Paksa Industri Senjata Tingkatkan Produksi







