Internasional
Eks Ketua Partai Buruh Desak Inggris Hentikan Keterlibatan dalam Serangan AS ke Iran

Ahlulbait Indonesia, 24 Juli 2026 – Mantan Ketua Partai Buruh Inggris, Jeremy Corbyn, mendesak Perdana Menteri Inggris Andy Burnham menghentikan kerja sama yang memungkinkan Amerika Serikat menggunakan pangkalan militer Inggris untuk melancarkan operasi militer terhadap Iran.
Dalam wawancara dengan LBC News pada Rabu (23/7/2026), Corbyn menilai pemerintah Inggris perlu meninjau ulang kebijakan yang memberikan akses kepada militer Amerika Serikat untuk memanfaatkan fasilitas militer Inggris dalam operasi terhadap Iran.
Menanggapi ancaman terbaru Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap Iran, Corbyn mempertanyakan tujuan strategis di balik perang yang sedang dipersiapkan Washington.
Baca juga: Washington: Blokade Ansarullah Jadi Tantangan Besar Militer AS
“Inggris harus menghentikan penggunaan pangkalan militernya untuk perang ini. Apa sebenarnya tujuan perang antara Amerika Serikat dan Iran? Trump tidak pernah menjelaskannya,” kata Corbyn.
Menurut anggota parlemen Inggris tersebut, eskalasi konflik telah menelan banyak korban jiwa di Iran, memperburuk stabilitas kawasan, mendorong kenaikan harga minyak dunia, serta memicu dampak ekonomi yang dirasakan hingga Eropa dan Asia.
Corbyn juga mengkritik kebijakan pemerintah Inggris yang kembali mengizinkan Amerika Serikat menggunakan pangkalan militernya sebagai titik peluncuran operasi udara terhadap Iran.
“Keputusan itu salah. Serangan-serangan ini melanggar hukum internasional dan telah menewaskan warga sipil Iran. Yang dibutuhkan sekarang adalah proses perdamaian, bukan eskalasi militer,” ujarnya.
Ia mendorong agar jalur diplomasi kembali ditempuh, termasuk dengan memanfaatkan peran Pakistan sebagai mediator guna membuka peluang tercapainya gencatan senjata dan penyelesaian politik.
Corbyn menegaskan Inggris “sama sekali tidak boleh” mengizinkan Amerika Serikat menggunakan pangkalan militernya untuk menyerang Iran. Ia juga mempertanyakan sikap pemerintah yang mengklaim tidak terlibat dalam konflik, namun tetap membuka akses bagi militer Amerika Serikat dengan alasan mendukung “serangan defensif.”
Baca juga: Alasan Tokoh Nasional Yordania Sambut Seruan IRGC
“Saya benar-benar bingung. Apa yang dimaksud dengan pengeboman defensif? Ketika Anda membom suatu tempat, akan ada kerusakan dan korban jiwa. Inggris seharusnya bersikap tegas dan mengatakan tidak,” tegasnya.
Sementara itu, Bloomberg, mengutip sumber-sumber yang mengetahui kebijakan tersebut, melaporkan bahwa Perdana Menteri Andy Burnham akan melanjutkan kebijakan pemerintahan sebelumnya dengan tetap mengizinkan Amerika Serikat menggunakan pangkalan militer Inggris untuk operasi yang oleh London disebut sebagai “serangan defensif” terhadap Iran.
Kebijakan itu membuka peluang bagi pangkalan-pangkalan Inggris untuk terus dimanfaatkan dalam operasi militer Amerika Serikat, meskipun pemerintah Inggris berulang kali menegaskan tidak terlibat secara langsung dalam aksi militer terhadap Iran dan hanya berkomitmen melindungi sekutu-sekutunya di kawasan.
Bloomberg juga menyebut keputusan Burnham kemungkinan menjadi salah satu faktor di balik pernyataan positif Presiden Donald Trump terhadap kepemimpinan perdana menteri baru Inggris tersebut. Di sisi lain, kebijakan itu diperkirakan akan menuai kritik dari Partai Hijau dan Partai Liberal Demokrat yang menilai penggunaan pangkalan Inggris dalam operasi militer Amerika Serikat berpotensi menyeret London ke dalam tanggung jawab atas dugaan pelanggaran hukum perang. []
Baca juga: Yaman Ancam Serang Israel Jika Lancarkan Perang Baru ke Gaza







