Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Pentagon Diam-Diam Rekrut Influencer Militer untuk Promosikan Kebijakan Perang

Published

on

Pentagon dilaporkan merekrut sejumlah influencer militer ke jabatan sipil pemerintah, memicu tudingan penggunaan sumber daya negara untuk mendukung agenda politik pemerintahan Trump.
Pentagon dilaporkan merekrut sejumlah influencer militer ke jabatan sipil pemerintah, memicu tudingan penggunaan sumber daya negara untuk mendukung agenda politik pemerintahan Trump.

Media ABI, 31 Agustus 2026 – Pentagon dilaporkan secara diam-diam menempatkan sejumlah veteran konservatif dengan basis pengikut besar di media sosial ke dalam jabatan sipil pemerintah, sementara mereka tetap aktif mempromosikan kebijakan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dan menyerang para pengkritik pemerintahan Donald Trump.

Laporan The Washington Post yang dikutip Kantor Berita Mehr pada Senin (31/8/2026) mengungkap sejumlah tokoh tersebut direkrut ke posisi pemerintahan tanpa penjelasan terbuka mengenai tugas resmi mereka.

Baca juga: Militer Iran: Klaim AS Soal Ranjau di Selat Hormuz Hanya Rekayasa

Menurut sumber yang dikutip dalam laporan itu, penunjukan para influencer militer tersebut bertujuan mempromosikan pandangan Hegseth, termasuk agenda yang berkaitan dengan apa yang disebut sebagai perang budaya, serta menyerang para pengkritik pemerintahan Trump.

Berdasarkan dokumen dan catatan yang diperoleh, sejumlah tokoh yang direkrut merupakan perwira militer pensiunan dan figur dengan pengaruh luas di platform digital.

Salah satunya Rob Maness, pensiunan kolonel Angkatan Udara AS yang memiliki sekitar 135.000 pengikut di platform X. Nama lain yang disebut adalah Kurt Schlichter dengan sekitar 620.000 pengikut di X serta Thomas Anderson, figur yang dikenal di kalangan militer Amerika dengan nama samaran Cynical Publius dan memiliki lebih dari 323.000 pengikut di platform tersebut.

Laporan itu menyebut para tokoh tersebut tetap menulis artikel dan mengunggah pesan di media sosial untuk mendukung keputusan Hegseth serta menyerang media dan lawan politik pemerintahan Trump, tanpa mengungkapkan status pekerjaan mereka di pemerintah maupun hubungan finansial dengan Pentagon.

Baca juga: Puluhan Drone Iran Serang Pangkalan Al Minhad di Uni Emirat Arab

Sumber yang dikutip juga menyatakan sejumlah influencer tersebut terlibat dalam tim kerja lapangan yang mengunjungi War College milik militer Amerika Serikat. Kegiatan itu disebut bertujuan menyingkirkan ideologi yang dianggap berseberangan serta menilai tingkat loyalitas para pejabat terhadap Trump.

Perkembangan tersebut memicu kritik terhadap Pentagon. Departemen Pertahanan Amerika Serikat dituding menggunakan uang pajak untuk membiayai propaganda partisan melalui figur-figur yang memiliki pengaruh luas di media sosial. []

Baca juga: Pete Hegseth Bidik Gedung Putih, Gantikan Trump