Internasional
Yaman Peringatkan Saudi dan Sekutu, Perimbangan Perang Telah Berubah

Media ABI, 25 Agustus 2026 — Yaman memperingatkan Arab Saudi, Amerika Serikat, Israel, dan para pendukungnya agar tidak mengambil langkah yang dapat memicu eskalasi baru. Menteri Pertahanan Yaman Muhammad Nasser al-Atifi dan Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Yaman Yusuf Hassan al-Madani menegaskan bahwa kekuatan militer Yaman berada dalam kesiapan tertinggi dan siap menjalankan perintah untuk mengubah perimbangan perang.
Peringatan tersebut disampaikan dalam pesan kepada Ketua Dewan Politik Tertinggi Yaman Mahdi al-Mashat. Al-Atifi dan al-Madani menegaskan bahwa perimbangan yang selama ini menjadi tumpuan pihak lawan tidak lagi berlaku.
Baca juga: AS Akui Sanksi Iran Bisa Guncang Sistem Keuangan Global
“Musuh Saudi dan koalisi Zionis-Amerika beserta para pengikutnya harus memahami bahwa perimbangan lama mereka tidak lagi berlaku,” demikian bunyi pesan tersebut, sebagaimana dilansir Fars News Agency pada Selasa (25/8).
Pernyataan itu muncul ketika Angkatan Bersenjata Yaman kembali mengumumkan serangkaian operasi terhadap kepentingan Arab Saudi. Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman Brigadir Jenderal Yahya Saree mengatakan pasukannya menargetkan sebuah kapal tanker milik Saudi di utara Laut Merah, di lepas pantai Yanbu.
Saree juga mengumumkan dua operasi lain yang menurutnya dilakukan dengan rudal balistik dan pesawat nirawak. Operasi pertama menyasar lokasi berkumpulnya pasukan Saudi yang terdiri atas konvoi militer besar pembawa peralatan tempur di wilayah al-Abr dan al-Wadiah.
Menurut Saree, lebih dari 10 truk pengangkut senjata yang bergerak dari wilayah Saudi menuju medan operasi di Yaman menjadi sasaran dan hancur dalam serangan tersebut.
Operasi kedua diarahkan ke lokasi berkumpulnya pasukan yang disebut Saree sebagai tentara bayaran Saudi di kawasan al-Kanays. Dia mengklaim serangan tersebut menewaskan dan melukai puluhan orang, termasuk sejumlah komandan dan perwira Saudi.
Baca juga: NYT: Iran Tak Bisa Menutup Hormuz, AS Juga Tak Mampu Membukanya
Saree juga menyebut beberapa gudang senjata milik Saudi hancur dalam serangkaian operasi itu. Dia menegaskan bahwa Angkatan Bersenjata Yaman akan terus memberlakukan larangan pelayaran terhadap kapal-kapal yang terkait dengan pihak yang mereka sebut sebagai musuh Saudi di wilayah operasi yang telah diumumkan.
Al-Atifi dan al-Madani menyatakan bahwa posisi kedua pihak kini telah berubah. Menurut mereka, Arab Saudi yang sebelumnya mengepung Yaman kini menghadapi tekanan dari pihak Yaman.
Keduanya memperingatkan bahwa setiap tindakan yang mereka nilai sebagai langkah “bodoh” akan dibalas dengan “badai api”. Mereka menegaskan bahwa pihak lawan harus siap menghadapi konsekuensi berat jika mengambil tindakan tersebut.
Pesan itu ditutup dengan penegasan bahwa perimbangan kekuatan telah berubah dan Yaman kini memiliki kemampuan untuk memberikan kerugian besar kepada pihak-pihak yang dianggap sebagai musuhnya. []
Baca juga: Tuan Bessent, Ini Kemenangan atau Pengakuan Kekalahan AS?







