Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

IRGC: Bangunan Tersisa Pusat Data Amazon yang Digunakan Militer AS Hancur

Published

on

Angkatan Laut IRGC menegaskan jalur resmi Selat Hormuz berada di bawah kendali penuh serta memperingatkan agar kapal tidak menggunakan rute alternatif.
IRGC menegaskan operasi balasan terhadap Amerika Serikat terus berlanjut setelah serangan ke pusat data Amazon.

Ahlulbait Indonesia, 24 Juli 2026 – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan bangunan terakhir pusat data milik Amazon yang sebelumnya menjadi sasaran serangan telah dihancurkan. Menurut korps tersebut, fasilitas itu berperan dalam menyediakan dukungan informasi bagi militer Amerika Serikat.

Dalam keterangan resmi ke-47 yang dipublikasikan Sepah News, Jumat (24/7/2026), garda revolusi itu menjelaskan serangan tersebut merupakan bagian dari gelombang ke-27 Operasi Nasr 2 sebagai kelanjutan aksi balasan terhadap Amerika Serikat.

Baca juga: Iran Hancurkan Rudal Jelajah Tomahawk AS di Langit Kahnuj

Korps tersebut menyebut penghancuran bangunan itu melengkapi serangan sebelumnya terhadap pusat data Amazon yang dikatakan memiliki peran utama dalam mendukung kebutuhan informasi militer Negeri Paman Sam.

Dalam keterangan yang sama, pihaknya juga mengumumkan hancurnya gudang amunisi besar di Pangkalan Udara Ali Al Salem menggunakan drone penghancur berat. Enam hanggar tempat personel militer Amerika dilaporkan musnah, sementara tiga hanggar lainnya mengalami kerusakan berat. Korps itu juga menyebut sejumlah personel militer AS tewas dan terluka.

Baca juga: Dubes Iran Mohammad Boroujerdi Tawarkan Kolaborasi Investasi, Riset, dan Sister Province untuk Jawa Tengah

Selain itu, garda revolusi tersebut kembali menuduh pemerintah Amerika Serikat menyembunyikan jumlah korban, besarnya kerugian militer, dan biaya perang selama konflik lima bulan terakhir. Mereka mendesak media Amerika untuk menyelidiki serta mengungkap data korban dan kerugian yang disebut selama ini disembunyikan dari publik.

Keterangan tersebut ditutup dengan penegasan bahwa aksi balasan terhadap pihak yang disebut sebagai agresor akan terus berlanjut. []

Baca juga: NYT: Pentagon Tutupi Tentara AS Terluka, Puluhan Dievakuasi ke Jerman