Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Yaman Kuasai 6 Wilayah dan Jatuhkan 9 Jet Saudi

Published

on

Pasukan Yaman di kawasan Selat Bab al-Mandab setelah penguasaan Pulau Mayyun yang disebut menjadi titik penting untuk mengendalikan jalur pelayaran tersebut.
Pasukan Yaman di kawasan Selat Bab al-Mandab setelah penguasaan Pulau Mayyun yang disebut menjadi titik penting untuk mengendalikan jalur pelayaran tersebut.

Media ABI, 12 September 2026 – Pasukan Yaman berhasil merebut sejumlah posisi penting di pesisir barat dan memperkuat kendali di kawasan yang mengapit Bab al-Mandab. Kepulauan Zaqr, Hanish Besar, Hanish Kecil dan Pulau Perim atau Mayyun dilaporkan telah dikuasai pasukan Yaman. Enam distrik di Provinsi Taiz dan Al-Hudaydah juga direbut dari pasukan yang didukung Arab Saudi.

Perkembangan ini memperkuat posisi Ansarullah di sekitar salah satu jalur pelayaran strategis tersebut. Lebih dari 1.500 anggota pasukan yang didukung Saudi juga dilaporkan ditangkap dalam rangkaian pertempuran di pesisir barat.

Baca juga: Trump Bantu Saudi Hadapi Yaman

Al Mayadeen melaporkan dari Sanaa, Sabtu (12/9/26), pasukan Yaman telah mencapai Kepulauan Hanish Besar dan Hanish Kecil setelah sebelumnya menguasai Pulau Zaqr.

Reuters, mengutip dua sumber dari pemerintahan Yaman yang didukung Saudi, melaporkan pasukan tersebut meninggalkan Pulau Perim. Seorang pejabat lokal mengatakan pasukan Yaman kemudian mengambil alih pulau itu.

Pasukan Yaman juga mencapai Dhu Bab, kawasan pesisir yang berada di sekitar Bab al-Mandab. Di Al-Mokha, yang sebelumnya menjadi salah satu titik penting bagi pasukan yang didukung Saudi, aktivitas pemerintahan dilaporkan kembali berjalan setelah wilayah tersebut dikuasai pasukan Yaman.

Operasi besar di pesisir barat dimulai pada 3 September, menurut juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman Yahya Saree. Operasi tersebut melibatkan pasukan, masyarakat dan sejumlah suku Yaman dengan sasaran mengusir pasukan yang didukung Saudi dari wilayah Taiz dan Al-Hudaydah.

Baca juga: AS Akui Markas Armada Kelima di Bahrain Dihancurkan Iran

Saree mengatakan enam distrik dengan luas sekitar 5.400 kilometer persegi berhasil direbut. Tujuh divisi militer yang terdiri dari 38 brigade juga menjadi sasaran operasi. Menurut dia, ratusan anggota pasukan lawan tewas, terluka atau ditangkap. Sejumlah tahanan yang telah bertahun-tahun berada dalam penahanan pasukan yang didukung Saudi juga disebut berhasil dibebaskan.

Dalam menghadapi serangan udara Saudi, Saree mengatakan pasukan Yaman menjalankan 32 operasi dan menjatuhkan sembilan pesawat tempur Saudi.

Anggota biro politik Ansarullah Hizam al-Asad kemudian memperingatkan Saudi agar tidak meningkatkan serangan. Melalui akun pribadinya di X, dia mengatakan serangan terhadap infrastruktur, bandara atau pelabuhan di Al-Mokha, Dhu Bab, Mayyun dan wilayah Yaman lainnya akan mendapat balasan.

Saree juga mengatakan pelayaran tetap aman bagi semua perusahaan, kecuali kapal-kapal Saudi yang sebelumnya dilarang melintas. Menurut dia, pasukan Yaman akan mempertahankan prinsip “blokade dibalas dengan blokade” dan meningkatkan respons apabila Saudi memperluas serangan.

Baca juga: Penangkapan Kapal Selam Nirawak di Hormuz, Pesan Penting Buat Amerika

Di tengah pertempuran, pesawat Saudi dilaporkan dua kali membombardir Bandara Al-Mokha di Provinsi Taiz. Organisasi Internasional untuk Migrasi atau IOM menyatakan sedikitnya 46.000 orang mengungsi akibat pertempuran di wilayah barat daya Yaman.

UniNews juga melaporkan serangan pasukan Yaman terhadap posisi pasukan yang didukung Saudi di kawasan Ras al-Arah, Provinsi Lahij, menggunakan rudal balistik. Sejumlah media Yaman menayangkan gambar yang disebut memperlihatkan konvoi militer pasukan Saudi hancur dalam serangan di pesisir barat.

Perebutan sejumlah wilayah pesisir, termasuk Perim, membuat posisi pasukan Yaman di sekitar Bab al-Mandab semakin kuat. Pertempuran di sejumlah titik pesisir barat Yaman masih terus berlangsung. []

Baca juga: Iran kepada Pasukan AS, Tinggalkan Teluk Persia dan Kembali ke “Teluk Babi”