Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

IRGC Gempur Pangkalan AS di Irak dengan Rudal dan Drone

Published

on

IRGC mengumumkan serangan rudal balistik terhadap hanggar pesawat nirawak RQ-4 dan MQ-9 di Pangkalan Prince Hassan, Yordania, yang digunakan Amerika Serikat. Foto: Ilustrasi
Pasukan Darat IRGC melancarkan serangan gabungan rudal dan pesawat nirawak terhadap pangkalan Amerika Serikat di Erbil, Irak, yang diklaim menghancurkan sejumlah fasilitas militer dan membakar tangki bahan bakar. Foto: Sepah News

Media ABI, 2 September 2026 — Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC menyatakan telah menghancurkan sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di Erbil, Irak, melalui serangan gabungan rudal dan pesawat nirawak.

Pernyataan nomor 6 IRGC yang dipublikasikan Sepah News pada Rabu (2/9/2026) menyebut serangan Pasukan Darat IRGC menghancurkan pusat perbaikan, gudang peralatan teknis militer Amerika Serikat, dan sistem pengarah balon mata-mata di salah satu pangkalan. Tangki bahan bakar pangkalan juga dilaporkan dibakar, sementara sejumlah personel Amerika Serikat disebut tewas.

Baca juga: Rudal Iran Hantam Hanggar Drone AS di Yordania, Sejumlah Pilot Tewas

Menurut IRGC, serangan di Erbil dilakukan sebagai pembalasan atas serangan militer Amerika Serikat terhadap acara akad nikah pasangan muda Sunni di Kabupaten Sirik, Provinsi Hormozgan, Iran.

IRGC menyatakan serangan tersebut menyebabkan sekitar 70 warga sipil menjadi korban. Hingga saat pernyataan diterbitkan, empat tamu, termasuk seorang anak, dilaporkan meninggal dunia.

IRGC juga mengaitkan peristiwa di Sirik dengan serangan sebelumnya di Minab dan Lamerd yang dilakukan Amerika Serikat. Menurut pihak IRGC, serangan di dua lokasi itu menewaskan hampir 200 anak.

Baca juga: Washington Post Soroti Biaya Perang Iran yang Ditutup-tutupi Trump

Pada bagian akhir pernyataannya, IRGC menyerukan kepada masyarakat Kurdistan Irak agar tidak membiarkan wilayah mereka digunakan sebagai pangkalan untuk melancarkan tindakan terhadap Iran.

IRGC menyatakan dominasi Amerika Serikat di kawasan harus berakhir dan menyerukan pengusiran pasukan Amerika Serikat dari wilayah tersebut. Pernyataan nomor 6 itu ditutup dengan kutipan ayat Al-Qur’an yang menegaskan bahwa kemenangan hanya datang dari Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. []

Baca juga: Mantan Menlu Jerman: Tak Ada Kekuatan yang Mampu Membuka Selat Hormuz