Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

CENTCOM Akui Dua Personel Militer AS Tewas dalam Serangan Balasan Iran di Yordania

Published

on

CENTCOM mengakui dua personel militer AS tewas dalam serangan balasan Iran di Yordania menurut laporan Tasnim News.
CENTCOM mengakui dua personel militer AS tewas dalam serangan balasan Iran di Yordania menurut laporan Tasnim News.

Ahlulbait Indonesia, 19 Juli 2026 – Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM), sebagaimana diberitakan Tasnim News pada 18 Juli 2026, mengakui dua personel militer Amerika Serikat tewas dalam serangan rudal dan pesawat nirawak yang diklaim dilakukan Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran terhadap pangkalan militer AS di Yordania. Selain korban tewas, satu personel dilaporkan masih hilang dan empat lainnya mengalami luka.

Dalam pernyataan resmi yang dikutip Tasnim News, CENTCOM menyampaikan bahwa serangan balasan Iran menimbulkan korban di pihak militer Amerika Serikat yang bertugas di Yordania.

Baca juga: Pemimpin Revolusi: “Tanda Tangan Presiden Amerika Tidak Bernilai dan Tidak Dapat Dipercaya”

Menurut keterangan tersebut, dua personel militer AS dinyatakan tewas, sementara satu personel lainnya masih berstatus hilang. Empat personel yang mengalami luka telah menjalani perawatan di rumah sakit di Yordania dan kemudian dipulangkan. Adapun personel lain yang hanya mengalami luka ringan telah kembali menjalankan tugas.

CENTCOM juga menyatakan identitas korban tewas belum akan dipublikasikan hingga 24 jam setelah pemberitahuan resmi kepada keluarga, sesuai dengan prosedur militer yang berlaku.

Laporan Tasnim menempatkan pengakuan tersebut sebagai bagian dari dampak serangan rudal dan pesawat nirawak yang disebut sebagai aksi balasan Iran terhadap sasaran militer Amerika Serikat di kawasan.

Sebelumnya, media Iran juga melaporkan adanya serangan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Yordania dan menyebut dua pesawat tempur AS dihancurkan dalam operasi tersebut. Klaim tersebut belum memperoleh konfirmasi independen dari sumber internasional maupun otoritas Amerika Serikat.

Tasnim turut menyoroti bahwa pemerintah Amerika Serikat selama ini dinilai tidak selalu mengungkap jumlah korban secara menyeluruh dalam setiap operasi militer. Penilaian tersebut merupakan klaim media tersebut dan belum dapat diverifikasi secara independen. []

Baca juga: Analis Israel: Tak Ada yang Mampu Menghantam AS Seefektif Iran Sejak Perang Vietnam

Continue Reading