Internasional
Iran Lumpuhkan Pangkalan Strategis AS di Kuwait dan Yordania, Sejumlah Pesawat Militer Hancur

Ahlulbait Indonesia, 19 Juli 2026 – Menurut laporan Fars News Agency pada Minggu (19/7/2026), Iran terus memperluas tekanan militernya terhadap Amerika Serikat melalui serangkaian serangan terkoordinasi ke pangkalan-pangkalan strategis AS di Kuwait dan Yordania. Selain menyasar fasilitas logistik dan sistem pertahanan udara, operasi tersebut juga menghancurkan sejumlah aset udara militer Amerika, termasuk pesawat berawak dan nirawak.
Dalam pernyataan resminya, Angkatan Darat Republik Islam Iran menyatakan bahwa tahap ke-16 Operasi Sha’eqah (Petir) dilancarkan sebagai respons agresi berulang Amerika Serikat, gugurnya warga Iran, serta serangan terhadap jembatan, infrastruktur, dan kawasan sipil. Pada tahap ini, sasaran utama operasi meliputi gudang amunisi AS di Kamp Al-Adiri, serta radar Patriot dan radar pertahanan udara di Pangkalan Udara Ali Al-Salem, Kuwait.
Video: Dokumentasi yang dirilis Fars News Agency.
Baca juga: Pemimpin Revolusi: “Tanda Tangan Presiden Amerika Tidak Bernilai dan Tidak Dapat Dipercaya”
Iran menyebut Kamp Al-Adiri sebagai salah satu pusat logistik utama militer Amerika Serikat di kawasan yang berfungsi menopang dukungan dan reorganisasi pasukan. Sementara itu, Pangkalan Udara Ali Al-Salem merupakan simpul penting transportasi udara militer sekaligus gerbang masuk personel dan peralatan AS ke Asia Barat, sehingga kedua fasilitas tersebut dinilai memiliki nilai strategis bagi operasi militer Washington di kawasan.
Di saat yang sama, Fars News Agency juga melaporkan perkembangan lain dari Yordania. Mengutip The Wall Street Journal, media tersebut menyebut serangan rudal dan drone Iran terhadap Pangkalan Udara Muwaffaq Al-Salti tidak hanya menimbulkan korban di pihak militer Amerika, tetapi juga menghancurkan sejumlah pesawat berawak dan nirawak milik AS.
Video: Dokumentasi operasi militer yang dirilis Fars News Agency.
Fars juga mengutip kanal Telegram Naya yang melaporkan pesawat tempur F-15 ikut hancur dalam serangan tersebut. Sementara itu, menurut pemberitaan The New York Times yang dikutip Fars, beberapa helikopter militer Amerika juga menjadi sasaran, meski belum ada rincian resmi mengenai tingkat kerusakannya.
Baca juga: Zarif kepada Trump: Pelajari Sejarah dan Ambil Pelajaran dari Kegagalan Invasi Saddam
Masih mengutip The Wall Street Journal, para pejabat Amerika menilai Iran telah mengembangkan metode baru untuk menembus sistem pertahanan rudal AS. Rudal yang digunakan disebut memiliki kecepatan sangat tinggi serta mampu bermanuver dan mengubah lintasan pada fase terminal sebelum menghantam sasaran, sehingga lebih sulit dicegat, termasuk oleh sistem pertahanan Patriot.
Laporan tersebut juga menyebut adanya kekhawatiran di Washington bahwa Teheran kemungkinan memperoleh dukungan teknologi dari China atau Rusia guna meningkatkan kemampuan presisi rudalnya dalam menyerang sasaran strategis.
Laporan ini muncul setelah Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan dua personel militernya tewas dan satu lainnya dinyatakan hilang dalam insiden di Yordania saat menghadapi serangan rudal balistik dan drone Iran. []
Baca juga: Ansarallah Nyatakan Poros Perlawanan Berkoordinasi Penuh di Tengah Krisis Kawasan

