Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Iran Gempur Jantung Operasi AS di Teluk, Peringatkan Negara Tuan Rumah Pangkalan

Published

on

IRGC dan Angkatan Bersenjata Iran melancarkan operasi gabungan rudal dan drone terhadap fasilitas militer Amerika Serikat.

Ahulbait Indonesia, 18 Juli 2026 — Iran melancarkan serangkaian serangan terhadap pangkalan serta fasilitas militer Amerika Serikat di Bahrain dan Kuwait dalam beberapa gelombang operasi pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari. Dalam empat pernyataan resmi berurutan, Iran menyebut serangan tersebut merupakan respons atas dugaan serangan militer AS terhadap infrastruktur sipil yang menewaskan dan melukai warga sipil, demikian menurut Farsnews Agency pada Sabtu (18/7/26).

Dalam pernyataan ke-25, Iran telah menghancurkan depot kapal nirawak (USV) milik Amerika di Bahrain pada gelombang ke-17 Operasi Nasr 2. Menurut pernyataan itu, puluhan wahana nirawak terbakar, sementara pusat kecerdasan buatan yang disebut digunakan untuk membantu penentuan sasaran operasi militer AS di Bahrain juga dihantam rudal balistik dan puluhan drone hingga diklaim hancur total.

Pernyataan tersebut juga memuat peringatan bahwa apabila Amerika terus menyerang jembatan dan infrastruktur transportasi di Iran, Teheran akan memperluas sasaran ke aset industri, teknologi informasi, dan kecerdasan buatan milik perusahaan-perusahaan yang memiliki pemegang saham Amerika di negara-negara kawasan. Iran turut menegaskan bahwa negara-negara yang menjadi tuan rumah pangkalan militer AS dianggap ikut bertanggung jawab atas serangan terhadap wilayahnya.

Dalam pernyataan ke-26, dua kapal tanker meledak dan terbakar setelah melintasi jalur yang disebut telah dipasangi ranjau di selatan Selat Hormuz. Garda Revolusi menyatakan selat tersebut kini “sepenuhnya ditutup” akibat operasi militer Amerika Serikat dan memperingatkan seluruh kapal agar tidak memasuki jalur yang telah ditandai berbahaya. Iran juga menegaskan ekspor minyak, gas, maupun komoditas lain melalui jalur tersebut tidak akan berlangsung selama serangan AS terus berlanjut.

Pada pernyataan ke-27, Iran mengumumkan gelombang ke-18 Operasi Nasr 2 dengan sasaran fasilitas militer Amerika di Kuwait. Iran mengklaim telah menyerang pusat dukungan pasukan darat AS di Arifjan sehingga menimbulkan korban di pihak militer Amerika. Selain itu, radar Pangkalan Udara Ali Al Salem, gudang pemeliharaan persenjataan, dan hanggar drone juga disebut menjadi sasaran serangan rudal dan drone.

Iran menyatakan tetap memfokuskan serangan pada target-target militer sebagai bentuk balasan, namun kembali memperingatkan negara-negara yang menampung pasukan Amerika agar bersiap menghadapi “respons yang sepadan” apabila wilayah mereka terus digunakan sebagai basis operasi terhadap Iran.

Dalam pernyataan ke-28, Iran memperluas operasi ke sejumlah fasilitas logistik Amerika di kawasan Teluk. Target yang disebut meliputi dermaga pendukung bahan bakar armada AS di Pelabuhan Al Ahmadi, Kuwait, lokasi penempatan pesawat tempur musuh di Sheikh Isa, Bahrain, pusat data intelijen yang disebut Batelco di Bahrain, serta sebuah pusat komunikasi dan sinyal militer Amerika di Kuwait. Seluruh target tersebut diklaim dihantam dalam gelombang ke-19 Operasi Nasr 2. []