Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Ayatullah Isa Qassim: Syiah Bahrain Hadapi Ancaman Eksistensial

Published

on

Ayatullah Isa Qassim menyerukan solidaritas umat Islam terhadap situasi yang dihadapi masyarakat Syiah di Bahrain.
Pernyataan terbaru Ayatullah Isa Qassim menyoroti kondisi tahanan, ulama, dan hak-hak sipil komunitas Syiah di Bahrain.

Ahlulbait Indonesia, 16 Juli 2026 — Ayatullah Isa Qassim, pemimpin spiritual umat Syiah di Bahrain, menyatakan bahwa komunitas Syiah di negara tersebut menghadapi ancaman eksistensial akibat kebijakan yang dinilainya terus mengikis hak-hak politik, sipil, dan kebebasan beragama mereka.

Menurut laporan Farsnews Agency pada Kamis (16/726), Ayatullah Isa Qassim menyampaikan bahwa hak-hak politik warga Syiah Bahrain, beserta hak-hak sipil mereka secara umum, telah mengalami pengurangan yang sangat signifikan hingga hampir tidak lagi tersisa.

Baca juga: Serangan Iran Jadi Pukulan Telak bagi Ambisi Geopolitik Uni Emirat Arab

Ia menilai pembatasan terhadap hak-hak tersebut terus meluas dan mencapai tingkat yang semakin mengkhawatirkan. Menurutnya, tidak tersedia ruang yang memadai bagi masyarakat untuk memperjuangkan pemulihan hak-hak mereka melalui cara-cara yang wajar, sehingga diperlukan langkah-langkah yang serius dalam menuntut keadilan. Meski demikian, ia menyatakan keyakinannya bahwa pada akhirnya hak-hak tersebut, baik menurut syariat maupun hukum, akan kembali kepada para pemiliknya.

Ayatullah Isa Qassim juga memperingatkan bahwa keberlangsungan mazhab Syiah di Bahrain berada dalam ancaman serius. Ancaman itu, menurutnya, tidak hanya menyasar komunitas Syiah secara umum, tetapi juga para ulama, khatib, penulis, guru, dai, serta mereka yang memberikan bimbingan keagamaan kepada masyarakat. Selain itu, ia menyoroti kondisi para tahanan dan mereka yang, menurutnya, menjadi korban proses peradilan yang tidak adil.

Menutup pernyataannya, Ayatullah Isa Qassim menyerukan solidaritas umat Islam terhadap situasi yang dihadapi masyarakat Syiah di Bahrain.

“Apakah di negeri-negeri Islam dan di tengah umat Islam yang luas ini tidak ada bangsa atau pemerintah yang menolak kezaliman, menegakkan amar makruf, dan marah karena Allah? Wahai Penolong orang-orang yang tertindas, tolonglah kami, karena Engkau lebih mengetahui siapa yang zalim dan siapa yang dizalimi di antara hamba-hamba-Mu,” ujarnya. []

Baca juga: IRGC kepada Rakyat Yordania: Tanah Suci Para Nabi Bukan Tempat bagi Pelaku Kejahatan Internasional