Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Nabih Berri Tepis Dugaan Keterlibatan Suriah Melawan Hizbullah atas Permintaan Trump

Published

on

Ketua Parlemen Lebanon Nabih Berri menegaskan Suriah tidak terlibat dalam dugaan upaya menghadapi Hizbullah yang dikaitkan dengan pembicaraan Donald Trump dan Ahmad al-Sharaa.
Ketua Parlemen Lebanon Nabih Berri menegaskan Suriah tidak terlibat dalam dugaan upaya menghadapi Hizbullah yang dikaitkan dengan pembicaraan Donald Trump dan Ahmad al-Sharaa.

Ahlulbait Indonesia, 10 Juli 2026 — Ketua Parlemen Lebanon, Nabih Berri, membantah pemberitaan mengenai dugaan keterlibatan Suriah dalam upaya menghadapi Hizbullah atas permintaan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Menurutnya, Damaskus tidak memiliki peran dalam persoalan tersebut.

Mengutip Kantor Berita Mehr pada Jumat (10/7/2026), harian Al Akhbar melaporkan bahwa di tengah upaya berbagai kalangan politik Lebanon untuk mengungkap substansi pembicaraan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Pemerintahan Transisi Suriah Ahmad al-Sharaa terkait Lebanon. Pembicaraan tersebut mencuat setelah Trump menyatakan bahwa al-Sharaa telah menyampaikan komitmen untuk membantu menghadapi Hizbullah.

Baca juga: Pakistan Masih Bungkam soal Penyebab Jatuhnya Pesawat di Laut Oman

Dalam keterangannya kepada Al Akhbar, Berri menegaskan bahwa isu tersebut telah dibahas secara terbuka dalam pertemuannya pekan lalu dengan Menteri Luar Negeri Suriah, Asaad al-Syaibani.

“Suriah tidak memiliki keterlibatan dalam persoalan ini,” tegas Berri.

Ia menambahkan bahwa pembahasan mengenai Lebanon pada akhirnya harus merujuk kepada ketentuan yang tercantum dalam nota kesepahaman antara Iran dan Amerika Serikat.

Sementara itu, sejumlah sumber politik yang dekat dengan Ain al-Tineh, markas politik Nabih Berri, mengungkapkan bahwa hubungan antara Berri dan Presiden Lebanon Joseph Aoun masih berada dalam kondisi yang sangat dingin.

Menurut sumber tersebut, upaya mediasi yang dilakukan utusan Arab Saudi, Yazid bin Farhan, sejauh ini belum menghasilkan terobosan berarti. Inisiatif itu baru sebatas membuka jalur komunikasi terbatas antara penasihat Presiden Lebanon, Andre Rahal, dan anggota parlemen sekaligus tokoh senior Gerakan Amal, Ali Hassan Khalil.

Hingga kini, belum tercapai kemajuan dalam berbagai isu yang masih menjadi sumber perselisihan di antara kedua pihak, sehingga kebuntuan politik di tingkat elite Lebanon masih terus berlanjut. []

Baca juga: Panglima IRGC Peringatkan AS, Tuntutan atas Darah Pemimpin Syahid Tak Akan Pernah Padam