Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Israel Hancurkan 16 Ribu Hektare Lahan Lebanon dengan Fosfor Putih

Published

on

Lahan pertanian dan kawasan hutan di Lebanon selatan yang mengalami kerusakan akibat serangan Israel, termasuk penggunaan amunisi fosfor putih.
Lahan pertanian dan kawasan hutan di Lebanon selatan yang mengalami kerusakan akibat serangan Israel, termasuk penggunaan amunisi fosfor putih.

Media ABI, 7 November 2026 – Israel telah menghancurkan lebih dari 16 ribu hektare hutan dan lahan pertanian Lebanon. Menteri Lingkungan Hidup Lebanon, Tamara al-Zein, mengungkapkan angka tersebut sekaligus menyatakan bahwa pemerintah Lebanon tengah menyiapkan berkas untuk mengajukan gugatan internasional terhadap Tel Aviv.

Baca juga: WSJ: Ansarullah Kendalikan Lalu Lintas Kapal di Laut Merah

Menurut laporan Kantor Berita Fars pada Jumat (6/11/26), al-Zein mengatakan militer Israel telah membakar lebih dari 16 ribu hektare lahan pertanian dan hutan Lebanon dalam periode Oktober 2023 hingga September 2024. Tindakan tersebut dilakukan dengan menggunakan amunisi fosfor putih dan berbagai jenis senjata lainnya dalam serangkaian pemboman terhadap Lebanon.

Penggunaan fosfor putih secara berulang dalam serangan Israel terhadap Lebanon selatan, selain menimbulkan korban langsung, juga meninggalkan dampak luas terhadap hutan, kebun zaitun, dan lahan pertanian serta menyebabkan kerusakan terhadap ekosistem Lebanon. Dampaknya tidak berhenti pada terbakarnya vegetasi, tetapi juga berpotensi berlangsung dalam jangka panjang, termasuk terhadap tanah, sumber air, hasil pertanian, rantai makanan, dan kemampuan ekosistem untuk memulihkan diri.

Al-Zein mengatakan upaya untuk “menyiapkan berkas komprehensif guna mengajukan gugatan internasional terkait kerusakan tersebut” tengah berlangsung.

Dalam pesannya bertepatan dengan Hari Internasional untuk Pencegahan Eksploitasi Lingkungan dalam Perang dan Konflik Bersenjata, Al-Zein mengatakan pasukan pendudukan telah menggunakan 1.800 ton bahan peledak hanya dalam tiga operasi peledakan besar di Lebanon selatan.

Menurut Al-Zein, Lebanon kini menghadapi kerusakan lingkungan yang luas, antara lain pembakaran lahan pertanian dan hutan, kerusakan kawasan cagar alam, serta hilangnya hasil pertanian dan mata pencaharian para petani. Ledakan-ledakan tersebut juga telah mengubah bentang alam kawasan yang menjadi sasaran pemboman Israel.

Baca juga: 

“Siapa yang bertanggung jawab atas kerusakan ini, dan siapa yang menjamin bahwa rakyat Lebanon tidak akan dibiarkan menghadapi dampak serta biaya pemulihan kerusakan tersebut sendirian?” kata Al-Zein.

Ia menyerukan kepada masyarakat internasional dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk “mendukung Lebanon, meminta pertanggungjawaban Israel atas kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh agresinya, serta memaksa rezim tersebut menanggung biaya pembersihan dan ganti rugi”.

Risiko Lingkungan Jangka Panjang

Al-Zein juga memperingatkan risiko lingkungan jangka panjang dan menekankan perlunya pemantauan segera terhadap dampak polutan serta sisa-sisa amunisi terhadap tanah, air, dan kesehatan hasil pertanian.

Untuk menggambarkan skala kerusakan tersebut, Al-Zein memaparkan temuan dalam laporan yang disusun kementeriannya mengenai ledakan yang dilakukan militer Israel di sejumlah wilayah Lebanon selatan.

Menurut laporan itu, militer Israel menggunakan sekitar 80 ton bahan peledak di Majdal Zoun, wilayah Tyre; 700 ton di sekitar Benteng Beaufort, wilayah Nabatieh; serta 1.100 ton di Bukit Ali al-Taher, yang juga berada di wilayah Nabatieh.

Al-Zein menambahkan bahwa ledakan-ledakan tersebut menghasilkan gelombang seismik yang setara dengan gempa berkekuatan 3,1, 3,8, dan 4,2 pada skala Richter. Dampaknya tidak hanya terbatas pada kerusakan lingkungan, tetapi juga memengaruhi kehidupan dan mata pencaharian masyarakat setempat.

Tuntutan tersebut disampaikan ketika serangan Israel di Lebanon selatan masih terus berlangsung meskipun telah diumumkan adanya “gencatan senjata”. Kementerian Kesehatan Lebanon pada Kamis juga menyatakan bahwa jumlah korban tewas sejak 2 Maret telah mencapai 4.390 orang, sementara 12.429 lainnya mengalami luka-luka. []

Baca juga: Di Lingkaran Trump, Perang Iran Kembali Jadi Rebutan