Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Riyadh Balas Dendam setelah Gagal Merebut Pegunungan Strategis Yaman

Published

on

Yaman memperingatkan Arab Saudi akan konsekuensi serius jika ancaman penargetan suku-suku Yaman direalisasikan, di tengah eskalasi serangan kedua pihak.
Pasar al-Hadharah di wilayah barat Taiz, Yaman, yang menurut laporan menjadi sasaran serangan udara Saudi dan menewaskan sedikitnya 30 warga sipil.

Media ABI, 7 November 2026 – Arab Saudi mengalihkan kemarahannya kepada warga sipil setelah mengalami kekalahan dalam upaya merebut kembali dataran tinggi strategis di pesisir barat Yaman dari pasukan Sana’a. Serangan udara Saudi menghantam Pasar al-Hadharah di wilayah barat Taiz dan menewaskan sedikitnya 30 warga sipil.

Baca juga: WSJ: Ansarullah Kendalikan Lalu Lintas Kapal di Laut Merah

Setelah pasukan Salafi yang didukung Arab Saudi, yang dikenal sebagai Dir’ al-Watan (Perisai Tanah Air), mengalami kekalahan di front al-Waz’iyah, wilayah barat Taiz, Riyadh mengarahkan kemarahan dan aksi balas dendamnya ke kawasan tersebut. Wilayah ini memiliki posisi strategis karena menghadap Selat Bab al-Mandab dan mencakup bentangan luas pesisir barat Yaman.

Menurut sumber lokal dan kesehatan, jet tempur Saudi kemarin melancarkan sejumlah serangan udara terhadap Pasar Mingguan al-Hadharah. Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 30 warga sipil, termasuk pedagang dan pembeli, serta melukai sejumlah lainnya. Serangan juga menyebabkan kerusakan luas pada unit-unit usaha dan toko di kawasan tersebut.

Surat kabar Lebanon Al-Akhbar dalam laporannya pada Sabtu (7 November 2026) menyebut kegagalan Riyadh mengusir pasukan Sana’a dari dataran tinggi pegunungan al-Waz’iyah, meski telah melancarkan sejumlah serangan udara, sebagai alasan di balik tindakan Saudi tersebut. Serangan udara itu dilaporkan menghancurkan sejumlah jembatan penghubung antara Taiz dan al-Mukha, serta beberapa sekolah, fasilitas kesehatan, dan rumah warga.

Gerakan Ansarullah Yaman menyatakan rezim Saudi sengaja menjadikan warga sipil yang tidak berdaya sebagai sasaran di pasar-pasar umum, lahan pertanian, rumah, dan jalan.

Kantor politik gerakan tersebut dalam sebuah pernyataan menyebut serangan Saudi terhadap Pasar al-Hadharah sebagai “genosida” dan menegaskan bahwa kejahatan tersebut tidak akan dibiarkan tanpa respons.

“Ke­jahatan-kejahatan ini, yang terbaru adalah serangan terhadap Pasar al-Hadharah, tidak akan dibiarkan tanpa balasan dan responsnya akan menyakitkan,” demikian pernyataan tersebut.

Baca juga: 

Sementara itu, pasukan Sana’a mengumumkan dimulainya operasi ofensif dari dua arah terhadap faksi-faksi yang berpihak kepada Riyadh di Pegunungan Kahbub, sebelah barat Provinsi Lahij, Yaman selatan.

Seorang sumber militer yang dikutip kantor berita resmi Saba mengatakan pasukan Sana’a mengejutkan faksi-faksi tersebut di posisi pertahanan mereka dan terlibat pertempuran dalam jarak sangat dekat. Pasukan tersebut juga dilaporkan berhasil menguasai sejumlah posisi penting dan dominan di sekitar Kahbub, yang sebelumnya berada di bawah kendali empat brigade pasukan al-‘Amaliqah.

Menurut sumber tersebut, setelah perkembangan itu, jet tempur Saudi melancarkan sejumlah serangan udara terhadap unit-unit yang berpihak kepada Riyadh dan sedang mundur. Serangan tersebut disebut menimbulkan banyak korban di pihak mereka.

Di front Tur al-Bahah, sumber-sumber lokal melaporkan bahwa pasukan Ansarullah berada di ambang menguasai pusat administratif wilayah tersebut.

Sementara itu, di front Ma’rib dan al-Jawf, pertempuran sengit dilaporkan terjadi di sekitar al-Asdas, pusat administratif Distrik Ragwan di barat laut Kota Ma’rib. Pertempuran tersebut berlangsung bersamaan dengan bentrokan serupa di bagian timur Gurun al-Jawf. []

Baca juga: Trump Mencari Tumbal atas Perang Iran