Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Al-Sayed: Uang Pajak AS Bukan untuk Membeli Bom dan Tank bagi Israel

Published

on

Senator Muslim AS Abdulrahman Mohammed Al-Sayed mengkritik penggunaan uang pajak Amerika untuk membiayai bantuan militer kepada Israel.
Senator Muslim AS Abdulrahman Mohammed Al-Sayed mengkritik penggunaan uang pajak Amerika untuk membiayai bantuan militer kepada Israel.

Media ABI, 7 November 2026 — Senator Muslim Amerika Serikat Abdulrahman Mohammed Al-Sayed mengatakan warga Amerika tidak membayar pajak agar uang mereka digunakan untuk membeli bom atau tank bagi Israel. Ia menilai Washington justru memberikan bantuan militer kepada pihak-pihak yang, menurutnya, berupaya menghilangkan kemungkinan terbentuknya negara Palestina.

Baca juga: Doktrin Baru Pertahanan Iran: Tanpa Batasan dalam Menghadapi Musuh

Dalam wawancara dengan ABC News pada Jumat (6/11/2026), Al-Sayed mengatakan dirinya tidak melihat Amerika Serikat sedang bergerak menuju perdamaian, martabat, dan otonomi bagi rakyat Palestina maupun Israel.

“Saya tidak berpikir kita sedang menuju ke arah perdamaian, martabat, dan otonomi apa pun bagi rakyat Palestina maupun Israel,” kata Al-Sayed.

Ia juga menuduh pemerintah Amerika Serikat telah berbohong kepada masyarakat mengenai solusi dua negara.

“Kami membantu, mempersenjatai, dan mendorong orang-orang yang ingin menghilangkan kemungkinan terbentuknya sebuah negara Palestina,” ujarnya.

Al-Sayed, yang disebut sebagai senator Muslim pertama di Amerika Serikat, kemudian mengajak publik untuk melihat kembali persoalan tersebut dari sudut pandang kesetaraan hak.

“Saya ingin kita mengambil satu langkah mundur dan bertanya: bagaimana kita dapat mewujudkan hak yang setara atas perdamaian, martabat, dan otonomi bagi masyarakat ini?” katanya.

Baca juga: Penyadapan Presiden: Operasi Personal atau Jejak Strategi di Lingkar Kekuasaan?

Ia mempertanyakan bagaimana pemerintah Amerika memastikan uang pajak warga tidak digunakan untuk mendukung apa yang disebutnya sebagai genosida dan apartheid, maupun perang yang menurutnya tidak berkaitan dengan kepentingan Amerika Serikat.

“Bagaimana kita memastikan bahwa uang pajak kita tidak digunakan untuk genosida dan apartheid, atau untuk perang yang tidak ada hubungannya dengan kita? Bagaimana kita benar-benar serius menegakkan hak-hak yang setara? Bagaimana kita memastikan bahwa kita sendiri tunduk pada pertanggungjawaban berdasarkan hukum internasional?” ujarnya.

Al-Sayed menegaskan bahwa sikap tersebut tidak hanya ditujukan kepada Israel. Ia mengatakan prinsip yang sama juga diterapkannya terhadap negara-negara lain.

“Ini bukan hanya tentang Israel. Saya menerapkan pendekatan yang sama terhadap Mesir, tempat asal keluarga saya yang bermigrasi ke Amerika Serikat. Saya juga menerapkan pendekatan yang sama terhadap Pakistan dan Yordania,” katanya. []

Baca juga: Perang Iran Berbuah Pemakzulan, Menteri Perang Trump di Ujung Tanduk